t-media.id, AMPANA | Keheningan malam di kaki Gunung Desa Saluaba, Kecamatan Ampana Kota, pecah pada Minggu malam, 12 April lalu. Di bawah remang cahaya senter, tim gabungan dari Polsek Ampana Kota, Basarnas Tojo Una-Una, dan warga setempat berpacu dengan waktu. Misinya satu: menjemput 29 nyawa yang tertahan di rimbunnya hutan Bukit Lemari.
Operasi penyelamatan ini bermula dari kepanikan di tingkat tapak. Adalah Ibu Anti Umar yang pertama kali meniup peluit tanda bahaya. Putranya, Bilal, beserta lima rekannya yang mendaki sejak pukul 08.40 WITA, tak kunjung menampakkan batang hidung hingga mentari terbenam. Padahal, janji mereka sederhana: pulang saat petang menyapa pada pukul 17.00 WITA.
“Pihak keluarga melapor karena mengkhawatirkan keselamatan jiwa para pendaki,” ujar Kapolsek Ampana Kota, AKP Maryanto. Namun, saat tim mulai merangsek naik, fakta di lapangan ternyata lebih pelik dari sekadar satu rombongan yang terlambat pulang.
Penyisiran yang dilakukan secara maraton mengungkap adanya gelombang pendaki lain yang juga terjebak. Proses evakuasi pun berubah menjadi operasi bertahap. Pukul 22.00 WITA, enam pendaki pertama berhasil ditemukan. Dua jam berselang, menyusul 12 orang lagi. Puncaknya, pada Senin dini hari pukul 01.20 WITA, 11 pendaki terakhir akhirnya berhasil digiring turun ke Desa Saluaba.
Di balik drama evakuasi tersebut, terselip cerita ganjil yang sempat menghambat pergerakan tim. AKP Maryanto mengonfirmasi adanya laporan mengenai fenomena kesurupan yang dialami salah satu pendaki di atas gunung. Gangguan non-teknis ini disinyalir menjadi jangkar yang membuat rombongan besar tersebut gagal turun tepat waktu dan terjebak dalam kegelapan medan pegunungan.
Setelah memastikan seluruh “tamu” gunung tersebut kembali dalam kondisi sehat, Maryanto memberikan wejangan keras di Desa Saluaba. Baginya, kesiapan fisik dan manajemen waktu bukan sekadar prosedur, melainkan pertaruhan nyawa. Kini, ke-29 pendaki itu telah kembali ke pelukan keluarga, meninggalkan sisa ketegangan yang membekas di rimbunnya Saluaba. *[]













![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)















Touna Media Infotama
