TOUNA, t-media.id | Upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Tojo Una-Una diperkuat melalui kolaborasi antara Fatayat NU Touna dan Kantor Urusan Agama (KUA) Tojo Una-Una. Selama tiga hari, para Kepala KUA, penyuluh agama, dan penghulu dari berbagai kecamatan mengikuti forum koordinasi untuk menegaskan peran KUA sebagai garda terdepan perlindungan anak.
Kegiatan yang digelar melalui dukungan Program INKLUSI itu menjadi ruang konsolidasi lintas sektor dalam memperkuat layanan keagamaan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kepentingan terbaik anak.
Forum tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Mulai dari tingginya permohonan dispensasi usia perkawinan, tekanan sosial dan budaya, hingga rendahnya pemahaman keluarga mengenai dampak perkawinan dini terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak.
Field Koordinator INKLUSI, Salwa Zalsabila, mengatakan keterlibatan langsung kepala KUA, penyuluh, dan penghulu merupakan langkah strategis. “Pencegahan perkawinan anak tidak bisa hanya menjadi wacana. KUA memiliki posisi kunci dalam memastikan setiap pernikahan berlangsung dengan kesiapan usia dan mental yang memadai,” kata Salwa dalam kegiatan tersebut. Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, penguatan kapasitas aparatur KUA menjadi penting karena lembaga ini berperan dalam pencatatan dan bimbingan perkawinan. Dengan kapasitas yang memadai, KUA diharapkan mampu melakukan edukasi pranikah secara lebih intensif serta memberikan pendampingan kepada keluarga yang berisiko.
Dalam diskusi, peserta juga merumuskan sejumlah langkah konkret. Di antaranya optimalisasi peran penyuluh agama dalam kampanye pencegahan di tingkat desa, penguatan materi bimbingan pranikah, serta membangun jejaring rujukan jika ditemukan kasus yang berpotensi mengarah pada perkawinan anak.
Fatayat NU Touna berharap forum ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat layanan KUA yang ramah anak dan berpihak pada perlindungan hak-hak anak. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pencegahan yang berkelanjutan di Tojo Una-Una.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam mendorong lahirnya generasi yang sehat, berdaya, dan memiliki kesiapan membangun masa depan tanpa dibayangi risiko perkawinan dini. *[]
Sumber : Admin Fatayat NU Touna












![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)

















Touna Media Infotama
