AMPANA KOTA, t-media.id – Di tengah himpitan ruang fiskal yang diakui berada di luar ekspektasi, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una mencoba memutar roda ekonomi dari bawah. Melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM), pemerintah resmi membuka gelaran Pasar Malam Ramadhan 1447 H di Pasar Rakyat Ampana, Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota. Kamis, 5 Maret 2026.
Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H., yang membuka langsung acara tersebut, tak menutupi kondisi sulit yang sedang dihadapi daerah. Dalam sambutannya, ia blak-blakan mengenai keterbatasan anggaran yang menyertai masa kepemimpinannya. Namun, bagi Ilham, keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti mencari celah pertumbuhan.
“Kami terus memaksimalkan bagaimana ekonomi kabupaten ini bisa tumbuh dan masyarakat sejahtera, sehingga daya beli bisa lebih baik meskipun kondisi fiskal saat ini di luar harapan kami,” ujar Ilham di hadapan unsur Forkopimda dan para pejabat lingkup Pemkab serta hadirin yang hadir.
Pasar malam yang dijadwalkan berlangsung hingga 20 Maret mendatang ini bukan sekadar ritual menyambut Idulfitri. Panitia mencatat ada 157 pedagang pakaian dan aksesoris serta 50 pedagang kuliner yang terlibat. Targetnya jelas: memperkokoh silaturahmi sekaligus memompa pendapatan pedagang pasar.
Namun, di balik keriuhan pasar, Ilham menyelipkan nada getir mengenai iklim investasi dan penerimaan masyarakat. Ia menyoroti fenomena banyaknya warga Tojo Una-Una yang terpaksa mengadu nasib ke luar daerah karena minimnya lapangan kerja, namun di sisi lain, rencana pembangunan di daerah sendiri sering kali membentur tembok penolakan.
“Saya bingung juga. Banyak warga saya kerja di luar daerah, terpisah dari keluarga. Tapi saat saya merencanakan lapangan kerja di sini agar mereka bisa berkumpul kembali, justru ada warga lain yang menolak,” katanya, menggambarkan dilema pembangunan yang ia hadapi.
Selain urusan pasar dan lapangan kerja, Ilham juga merespons keluhan klasik warga soal pasokan listrik. Ia mengklaim pihak PLN mulai melakukan gerak cepat, termasuk rencana kunjungan Direktur PLN untuk meninjau langsung lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Ulubongka.
Menutup arahannya, Bupati berharap momentum bulan suci Ramadhan ini menjadi titik balik bagi persatuan warga. Ia mewanti-wanti agar aksi penolakan terhadap program pemerintah tidak didasari oleh hasutan atau konspirasi politik yang kontraproduktif.
“Maju mundurnya suatu daerah bukan semata ditentukan pemerintah, melainkan kontribusi dan dorongan warga itu sendiri. Nasib daerah ini ada di tangan kita yang mendiaminya,” pungkas Ilham. *[]












![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
