TOUNA, t-media.id |Aroma kelangkaan gas elpiji 3 kilogram saban menjelang bulan suci bukan lagi rahasia umum. Di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, polisi mulai memasang kuda-kuda. Tak ingin membiarkan “gas melon” bersubsidi menjadi bancakan spekulan, Kepolisian Resor Tojo Una-Una memperketat pengawasan distribusi dari hulu hingga hilir.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tojo Una-Una, AKP Syarif, A.Md.Kom., S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi praktik penimbunan. Langkah preventif ini diambil demi menjamin ketersediaan stok sekaligus mengunci harga agar tidak melambung di luar kendali.
“Kami sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” ujar Syarif saat berbicara dalam dialog “Sulteng Menyapa” di Studio RRI Ampana, Selasa, 3 Maret 2026.
Mata Rantai yang Diawasi
Fokus polisi kali ini adalah memelototi rantai pasok, Memastikan volume yang keluar sesuai dengan catatan resmi, Menjamin gas jatuh ke tangan yang berhak, bukan pengecer nakal yang gemar mengerek harga dan Menindak pangkalan yang nekat menjual di atas tarif resmi pemerintah.
Syarif, yang memegang kendali teknis di lapangan, mencium potensi adanya “kelangkaan semu” yang kerap diciptakan untuk memicu kepanikan warga. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk berhenti melakukan panic buying. “Pembelian berlebih hanya akan memperkeruh situasi di lapangan,” katanya.
Ancaman Bagi Pelanggar
Sikap Polres Tojo Una-Una kali ini tampak lebih bertenaga. Setiap laporan masyarakat mengenai penyimpangan distribusi atau harga yang mencekik akan langsung direspons. Syarif menjanjikan tindakan tegas, mulai dari sanksi administratif hingga jerat pidana bagi mereka yang nekat bermain di tengah kesulitan warga.
“Jangan ragu melapor. Setiap aduan akan kami tindak lanjuti secara teknis maupun hukum,” tegas perwira berpangkat balok tiga tersebut.
Upaya ini diamini oleh Kabag Perekonomian dan SDA Setda Tojo Una-Una, Abdurrahman Labanu. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan menjadi barikade kuat bagi stabilitas ekonomi daerah selama Ramadan 1447 H, sehingga masyarakat tak perlu lagi dipusingkan oleh urusan dapur yang macet akibat ulah oknum pencari rente. *[]
Sumber : Istimewa












![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
