RATOLINDO, t-media.id | Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melempar tantangan keras kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat: berhenti menjadi organisasi papan nama dan mulai bergerak sebagai mesin industri perikanan. Pesan menukik ini disampaikan Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya, S.Sos., M.Si., saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV Kadin di Hotel Lawaka, Sabtu (21/2/2026).
Surya menegaskan bahwa sektor perikanan bukan lagi sekadar potensi cadangan, melainkan tulang punggung ekonomi yang selama ini belum tergarap secara radikal. Ia menempatkan Kadin sebagai mitra strategis yang wajib memutus rantai birokrasi dan ketimpangan teknologi yang menghimpit nelayan lokal.
“Kita punya laut yang kaya, tapi tanpa sinergi dan penguasaan teknologi, kita hanya akan jadi penonton. Kadin harus jadi motor penggerak yang menghimpun potensi dari nelayan kecil hingga industri pengolahan besar,” ujar Surya dengan nada tegas di hadapan pengurus Kadin Provinsi Sulawesi Tengah.
Tojo Una-Una, yang mendekap sebagian wilayah Teluk Tomini, secara geografis adalah lumbung ikan yang luar biasa. Namun, kekayaan hayati ini masih menyisakan ironi: minimnya hilirisasi dan ketergantungan pada tengkulak.
Surya menyoroti bahwa pengurus Kadin yang baru memiliki beban moral untuk menjembatani akses permodalan dan pasar internasional. Selama ini, hasil laut Tojo Una-Una seringkali keluar tanpa nilai tambah. Kadin dituntut mampu menarik investor untuk membangun pabrik pengolahan dan cold storage yang memadai di bumi Sivia Patuju.
“Filosofi Sivia Patuju (Bersama Satu Tujuan) jangan hanya jadi slogan di atas kertas. Kita butuh investasi yang nyata, yang memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi nelayan kita,” tegas Surya.
Tantangan globalisasi dan digitalisasi juga menjadi poin serangan Surya. Ia mendesak Kadin untuk mendampingi pelaku usaha perikanan dalam mengadopsi teknologi logistik dan pemasaran digital. Tanpa itu, produk perikanan Tojo Una-Una dipastikan kalah bersaing dalam rantai pasok global.
Sebagai komitmen timbal balik, Pemerintah Daerah berjanji akan menyapu bersih hambatan perizinan. “Kami akan menyederhanakan proses dan meningkatkan pelayanan publik berbasis digital. Tidak boleh ada lagi pungutan tak resmi atau birokrasi berbelit yang menghambat kemudahan berusaha,” tambahnya.
Wakil Ketua Kadin Sulawesi Tengah, Zulfakar Nasir, dan Direktur Eksekutif Mansur Ali yang hadir dalam acara tersebut, mengamini perlunya kepemimpinan Kadin yang profesional dan berani mengambil risiko.
Kini, publik Tojo Una-Una menunggu hasil Muskab IV. Apakah akan lahir nakhoda yang mampu membawa kapal besar ekonomi perikanan daerah ini berlayar lebih jauh, ataukah Kadin hanya akan tetap menjadi organisasi yang sibuk dengan urusan seremoni belaka? *[]
Penulis : Redaksi Investigasi Ekonomi
Sumber : Istimewa












![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)











Touna Media Infotama
