TOJO UNA-UNA, t-media.id – Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H., memberikan sinyal keras mengenai pola kemitraan antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan insan pers. Dalam pertemuan di ruang kerjanya, Kamis, 12 Maret 2026, Ilham menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar pelapor peristiwa, melainkan instrumen krusial dalam menjaga stabilitas wilayah demi menggaet investor.
Di hadapan puluhan jurnalis yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tojo Una-Una, Daeng Mario Pawadjoi, S.H., M.Si., Ilham menanggalkan basa-basi birokrasi. Ia menyebut sinergi antara Pemda dan wartawan adalah harga mati untuk menciptakan narasi pembangunan yang bersih dari hoaks. Baginya, jurnalisme profesional adalah “benteng” yang memastikan informasi kebijakan tidak terdistorsi di masyarakat.
“Situasi kondusif, stabilitas politik, dan keamanan adalah faktor krusial bagi investor. Di sinilah peran vital rekan-rekan (wartawan). Komunikasi yang intensif harus mampu meminimalisir kesalahpahaman,” tegas Ilham.
Sikap tegas Ilham ini muncul bukan tanpa alasan. Ia mengakui kondisi keuangan daerah sedang tidak sehat. Dengan hampir 30 persen dana daerah ditarik ke pusat, ruang gerak anggaran Tojo Una-Una menjadi sangat sempit. Dalam kondisi fiskal yang “pas-pasan” ini, Ilham tak ingin pembangunan terhambat oleh sentimen negatif atau informasi yang tidak berimbang.
Ia menuntut wartawan menjalankan fungsi Penyaring dan Penyeimbang Informasi. Kemitraan yang dimaksud Ilham bukan berarti membungkam kritik, melainkan memastikan setiap karya jurnalistik berbasis data akurat agar tidak merusak kepercayaan publik maupun calon penanam modal.
“Lingkungan yang stabil mengurangi risiko investasi. Itu kunci utama pembangunan kita saat ini, agar invstor mau berinvstasi kedaerah kita” tambahnya.
Menyadari pentingnya kualitas jurnalis dalam kemitraan ini, Ilham mengungkit dukungannya pada pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2025 di Pulau Papan. Meski sempat absen karena tugas kedinasan, ia menekankan bahwa dukungan tersebut adalah investasi Pemda untuk mencetak jurnalis yang kompeten.
Mantan aktivis ini berharap, melalui pertemuan tersebut, wartawan di Tojo Una-Una lebih proaktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai program-program pemerintah. Baginya, capaian visi-misi Ilham-Surya tidak akan diketahui publik jika pers tidak menjalankan peran edukasinya secara masif.
“Saya ingin ini jadi titik awal. Wartawan harus berperan vital dalam penyebarluasan informasi pembangunan agar publik tahu apa yang sudah dikerjakan,” tutup Ilham.*[]












![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
