t-media.id | Lonjakan kasus campak di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, memicu kewaspadaan serius pemerintah daerah dan provinsi. Hingga awal tahun 2026, tercatat 33 kasus campak dan wilayah tersebut resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.
Kepala Puskesmas Ampana Timur, Ni Made Lidia, S.Tr.Keb., mengungkapkan bahwa penyebaran kasus terjadi secara cepat dan meluas di wilayah kerjanya.
“Di Kecamatan Ratolindo, hingga awal 2026 sudah terdapat 33 kasus campak dan saat ini statusnya KLB Campak,” ungkap Ni Made Lidia, Kamis (15/1/2026), melalui sambungan telepon WhatsApp.
Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular dan dapat menyebar melalui udara maupun kontak dekat. Penyakit ini berisiko menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, radang otak, kebutaan, bahkan kematian, terutama pada anak-anak yang tidak memiliki kekebalan tubuh.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kesehatan mendorong seluruh fasilitas layanan kesehatan agar segera melakukan langkah penanganan cepat dan terukur.
Salah satu langkah utama yang direkomendasikan adalah pelaksanaan imunisasi campak secara massal.
“Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah merekomendasikan imunisasi campak massal untuk anak usia 6 bulan hingga 9 tahun,” jelas Ni Made Lidia.
Imunisasi MR (Measles–Rubella) menjadi upaya pencegahan utama untuk memutus rantai penularan. Vaksin ini berfungsi membentuk kekebalan tubuh terhadap virus campak dan rubella, sekaligus melindungi anak dari risiko komplikasi serius.
Selain itu, rubella juga menjadi ancaman tersembunyi karena dapat berdampak fatal bagi ibu hamil, termasuk risiko keguguran, kematian janin, hingga Sindrom Rubella Kongenital yang menyebabkan cacat permanen pada bayi.
Pihak Puskesmas Ampana Timur kini aktif mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan imunisasi, khususnya bagi anak usia 9 bulan hingga 9 tahun, sebagai kelompok paling rentan terhadap penularan.
“Kami mengimbau orang tua agar membawa anaknya untuk imunisasi MR. Jadwal dan lokasi pelaksanaan akan diumumkan melalui masing-masing desa dan kelurahan,” tegasnya.
Dengan status KLB yang telah ditetapkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta mendukung penuh program imunisasi guna mencegah meluasnya wabah campak di Kabupaten Tojo Una-Una. *[]












![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
