t-media.id, Ampana Kota | Riuh rendah suara air di lokasi wisata Malotong, Kecamatan Ampana Kota, pada Minggu sore, 29 Maret 2026, tak hanya membawa hawa sejuk bagi ratusan pengunjung. Di balik tawa para wisatawan yang menghabiskan sisa libur Lebaran, terselip sebuah pemandangan kontras yang menjadi perbincangan hangat di barisan kursi undangan.
Hari itu, Pemerintah Kelurahan Malotong menggelar tradisi Halalbihalal. Namun, ada yang ganjil. Kursi yang seharusnya diisi oleh pejabat Pemerintah Kecamatan Ampana Kota tampak melompong. Entah karena urusan yang lebih mendesak atau hal lain, absennya otoritas kecamatan menjadi “gajah di pelupuk mata” dalam acara yang justru dihadiri oleh pejabat teras kabupaten.
Lurah Malotong, Mustakim Ramling, S.Sos., tampaknya tak ingin ambil pusing dengan kekosongan tersebut. Di panggung, ia tetap berdiri tegak dengan nada suara yang optimis. Meski mengakui acara ini berlangsung sederhana tanpa kehadiran atasan langsungnya di tingkat kecamatan, Mustakim memilih menyoroti dukungan yang datang dari arah lain: Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten.
“Alhamdulillahirabbilalamin, kami Pemerintah Kelurahan Malotong bersama Dinas Pariwisata pada hari ini telah bersepakat untuk melaksanakan kegiatan Halalbihalal di hari terakhir kunjungan wisata,” ujar Mustakim di hadapan pengunjung yang memadati area wisata air tersebut. Bagi Mustakim, ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah eksperimen kolaborasi perdana dengan Dinas Pariwisata yang ia harapkan bisa berlanjut secara berkesinambungan.
Ketidakhadiran pihak kecamatan seolah terkompensasi dengan hadirnya Moh. Asrar M. Ali, S.Ag., M.Pd.I. Asisten Perekonomian dan Pembangunan itu datang mewakili Bupati Tojo Una-Una yang sedang berhalangan karena agenda dinas yang tak bisa diwakilkan. Kehadiran Asrar seakan memberi pesan implisit bahwa kabupaten memberikan “lampu hijau” langsung terhadap inisiatif kelurahan, melompati sekat birokrasi kecamatan yang absen.
Dalam sambutannya, Asrar tak menyinggung soal kursi kosong dari kecamatan. Ia justru memuji kelihaian Lurah Malotong dalam “menjual” potensi wisata melalui momentum keagamaan. “Momen ini sangat luar biasa. Pak Lurah bisa memanfaatkan Dinas Pariwisata di tempat yang indah ini supaya kita bisa saling silaturahmi dan memaafkan,” kata Asrar.
Meski tanpa kehadiran Camat, suasana di Malotong tetap dinamis. Sejumlah unsur pimpinan kecamatan lainnya tetap hadir mengisi barisan undangan, termasuk Bhabinkamtibmas yang mewakili Kapolsek, serta Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una.
Langkah Mustakim menggelar acara ini secara mandiri bersama dinas teknis seolah menjadi sinyalemen baru di Tojo Una-Una: bahwa promosi wisata dan pelayanan publik tingkat kelurahan tetap bisa “berlari” meski koordinasi formal di tingkat kecamatan sedang tersendat.
Di akhir acara, permohonan maaf mengalir—bukan soal absennya pejabat kecamatan, melainkan doa khas Idulfitri yang disampaikan Asrar mewakili Bupati untuk seluruh masyarakat. Sebuah penutup yang manis untuk sebuah acara yang dipenuhi tanda tanya birokrasi di hari Minggu yang cerah itu. *[]












![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)

















Touna Media Infotama
