t-media.id, TOUNA | Untuk tahun 2026, peta sebaran Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) di Sulawesi Tengah tampak mengerucut secara ganjil. Dari 12 kabupaten dan kota yang tersebar di provinsi ini, Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Palu memutuskan untuk hanya membuka satu titik ujian di luar markas besar mereka: Kabupaten Tojo Una-Una.
Keputusan ini bukan sekadar urusan teknis administrasi, melainkan sebuah bentuk kepercayaan politik-organisatoris yang mahal.
Ketua ORARI Lokal Tojo Una-Una, Arman Tambilalo (YB8PAR), mengonfirmasi privilese tersebut dalam sesi pembekalan peserta di Aweng Coffee, Jumat malam (10/4). “Ini porsi yang luar biasa. Dari sekian banyak daerah, hanya kita yang dipercayakan melaksanakan ujian di luar kantor Balai di Palu,” ujar Arman di hadapan puluhan calon amatir.
Langkah Balmon Palu yang “menjemput bola” ke Ampana ini mengakhiri spekulasi mengenai efisiensi birokrasi frekuensi tahun ini. Biasanya, para pemburu call sign harus menempuh perjalanan darat belasan jam menuju ibu kota provinsi demi mengejar legalitas udara. Namun, untuk sisa tahun 2026, privilese itu menetap di Tojo Una-Una.
Ujian yang digelar Sabtu (11/4) ini diikuti oleh 70 peserta dengan rincian 61 orang di tingkat Delta, 7 tingkat Charlie, dan 2 orang di tingkat Bravo. Atas restu Ilham S. Lawidu yang tak lain adalah Bupati Tojo Una-Una sekaligus Ketua Dewan Penasehat dan Pengawas ORARI lokal setempat.
Ketajaman sorotan bukan hanya pada lokasi tunggal, melainkan pada bagaimana organisasi lokal mengelola “hadiah” dari kementerian ini. Arman menyebut pihaknya melakukan langkah agresif dengan menyubsidi biaya ujian peserta. Dari tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp570.000, pengurus memangkasnya menjadi Rp370.000.
“Kami subsidi Rp200.000 per orang. Ini kebijakan lokal agar porsi ujian yang diberikan kementerian ini terserap maksimal oleh masyarakat kami,” tegasnya.
Sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan pun tak main-main. Standarnya menyerupai seleksi abdi negara; transparan dan instan. Begitu tombol enter terakhir ditekan, nasib peserta sebagai amatir radio legal ditentukan dalam sepersekian detik.
Kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital ini seolah menjadi penegasan bahwa Tojo Una-Una kini bukan lagi sekadar wilayah pinggiran dalam peta frekuensi Sulawesi Tengah, melainkan episentrum baru bagi konsolidasi amatir radio di wilayah timur. Kini, beban pembuktian ada di tangan 70 peserta: apakah kepercayaan kementerian ini akan dibayar dengan kualitas integritas di udara, atau sekadar formalitas mengejar call sign. *[]













![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)















Touna Media Infotama
