t-media.id | Tingginya angka stunting di Kecamatan Tojo menjadi sorotan serius Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya, S.Sos., M.Si., yang menilai penanganan stunting selama ini belum sepenuhnya efektif karena masih cenderung sektoral. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Lokakarya Mini Lintas Sektor (Linsek) yang digelar UPT Puskesmas Uekuli, Kamis (15/1/2026).
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui program kesehatan semata. Menurutnya, pendekatan yang parsial dan minim koordinasi lintas sektor berpotensi membuat intervensi berjalan lambat dan tidak tepat sasaran.
“Jika penanganan stunting hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, hasilnya tidak akan maksimal. Ini persoalan multidimensi yang membutuhkan keterlibatan serius pemerintah desa, lintas OPD, kader posyandu, hingga keluarga,” tegas Surya.
Ia menilai, penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi solusi strategis untuk memperbaiki pola penanganan stunting yang selama ini dinilai belum terpadu. Posyandu ILP, kata dia, harus berfungsi bukan hanya sebagai tempat pelayanan rutin, tetapi sebagai pusat intervensi terpadu mulai dari pemantauan gizi, edukasi pola asuh, hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
“Posyandu ILP harus menjadi simpul koordinasi di tingkat akar rumput. Jika ini berjalan optimal, intervensi stunting bisa lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mendorong agar Lokakarya Mini Linsek tidak berhenti pada diskusi seremonial, melainkan menghasilkan rencana tindak lanjut yang jelas dan terukur, termasuk pembagian peran antar sektor serta penguatan komitmen pemerintah desa dalam penganggaran dan pelaksanaan program pencegahan stunting.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang daerah. Karena itu, setiap kebijakan dan program yang dirancang harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Keberhasilan menurunkan stunting adalah cerminan keberhasilan pembangunan daerah. Ini harus menjadi prioritas bersama, bukan sekadar target administratif,” tandasnya.
Kegiatan Lokakarya Mini Linsek tersebut diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tojo Una-Una, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Pemerintah Kecamatan Tojo, para kepala desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta perwakilan instansi terkait. Forum ini diharapkan menjadi momentum evaluasi kebijakan sekaligus penguatan solusi terpadu dalam percepatan penurunan stunting di Kecamatan Tojo. *[]
Sumber : PPID Dinas Kominfo Touna











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
