TOJO UNA-UNA (t-media.id)– Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Tojo Una-Una yang akan digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, di Hotel Oasis, Ampana, menjadi lebih dari sekadar forum pergantian kepengurusan. Musda ini mencerminkan dinamika internal partai yang tengah memasuki fase konsolidasi ulang kekuatan politik lokal.
Ketua DPRD Tojo Una-Una, Gusnar A. Suleman, S.E., M.M., menyebut Musda sebagai ruang evaluasi strategis bagi Partai Golkar dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.
“Musda adalah wadah konsolidasi dan evaluasi untuk memastikan Partai Golkar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Gusnar, Kamis (18/12/2025).
Di internal Golkar Tojo Una-Una, peta kekuatan saat ini relatif terkonsolidasi di bawah kepemimpinan Ilham Lawidu, yang selain menjabat Ketua DPD II Golkar juga merupakan Bupati Tojo Una-Una. Posisi ganda ini membuat Ilham memiliki basis struktural dan politik yang kuat—baik di jalur partai maupun pemerintahan.
Sejumlah pengurus kecamatan (PK) Golkar dan kader yang memiliki kedekatan dengan struktur eksekutif daerah disebut masih solid mendukung kepemimpinan Ilham. Dukungan tersebut umumnya berangkat dari pertimbangan stabilitas organisasi, kesinambungan akses politik, serta posisi Golkar sebagai salah satu kekuatan utama di parlemen daerah.
Namun, di sisi lain, Musda juga membuka ruang artikulasi bagi kelompok kader yang mendorong penguatan regenerasi dan evaluasi kinerja partai secara lebih kritis. Kelompok ini tidak selalu tampil sebagai oposisi terbuka, tetapi mendorong agar Musda tidak semata menjadi forum aklamasi, melainkan ruang demokratis untuk menguji kembali arah kepemimpinan dan distribusi peran kader.
Dalam konteks ini, pernyataan Gusnar yang menilai Ilham masih relevan dapat dibaca sebagai sinyal kuat dari poros struktural Golkar—khususnya yang beririsan dengan kekuasaan legislatif daerah—untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan. Sebagai Ketua DPRD, posisi Gusnar memiliki pengaruh simbolik dan politik dalam membentuk opini internal partai.
“Pak Ilham masih sangat layak memimpin kembali DPD Partai Golkar Tojo Una-Una. Pengalaman dan rekam jejaknya menjadi modal penting menjaga soliditas partai,” kata Gusnar.
Musda VI Golkar Tojo Una-Una dengan demikian menjadi ajang penentuan: apakah partai akan memperkuat pola kepemimpinan terpusat yang berbasis stabilitas, atau membuka ruang penataan ulang struktur internal yang lebih inklusif dan kompetitif.
Bagi publik, hasil Musda ini penting untuk dicermati, mengingat konfigurasi kepemimpinan Golkar di Tojo Una-Una akan berpengaruh langsung terhadap arah kebijakan politik daerah, relasi antara partai dan pemerintah, serta kesiapan Golkar menghadapi kontestasi elektoral berikutnya.
Musda bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kekuasaan dikelola dan dipertanggungjawabkan—baik di dalam partai maupun di hadapan publik. *[]











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
