Tojo (t-media.id) – Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pria dari Suku Wana, DLN (28) ditemukan tewas tergantung di pohon dengan luka jeratan di leher dan cairan berbusa di mulutnya pada Selasa (16/9/2025) di area kebun petani Desa Kalemba, Kecamatan Tojo.
Penemuan tragis ini bermula sekitar pukul 10.00 WITA. Saksi mata, Ahmad Basori (54), seorang petani, terkejut melihat Dilan tergantung di sebuah pohon dan melapor kepada warga Suku Wana, Jemon (17), yang kemudian meneruskan informasi ini kepada ayahnya yang juga merupakan Ketua Adat, Jine.
Bersama warga dan perangkat desa, Ketua Adat Jine segera mendatangi lokasi. Mereka menemukan Dilan sudah tak bernyawa dan di mulutnya terdapat busa berwarna biru, yang diduga berasal dari racun rumput.
Mendapat laporan, Kapolsek Tojo, Iptu I Gusti Lanang Mardika, S.H., langsung memimpin tim untuk mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP.
Pihak kepolisian menemukan sejumlah barang pribadi korban di lokasi, termasuk tas, selimut, senter, dan tali yang digunakan untuk gantung diri.
Berdasarkan atas hasil pemeriksaan luar jasad oleh tim medis dari Puskesmas Uekuli, ditemukan tanda-tanda bunuh diri, seperti luka jeratan di leher dan busa di mulut dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah tindakan kejahatan.
Diperkuat dengan ditemukannya foto istri dan foto korban yang terselip dicelana korban, serta keterangan Asmuliadi (38) yang menyebut korban sering terlihat murung dan mengeluhkan atas kepergian istrinya, pihak kepolisian menduga kuat korban mengakhiri hidupnya karena depresi ditinggal pergi oleh sang istri
Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian DLN dan menyatakan dan menolak untuk dilakukan autopsi.Mereka telah menandatangani surat pernyataan penolakan.
“Mereka telah menandatangani surat pernyataan penolakan dan segera membawa jenazah untuk dimakamkan secara adat Suku Wana. Dengan penolakan autopsi itu, pihak kepolisian menyimpulkan kasus ini sebagai kasus bunuh diri murni,” tandas Kapolsek.
Sumber : Istimewah











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)

















Touna Media Infotama
