t-media.id | Peristiwa meninggalnya seorang ibu muda usai melahirkan di wilayah terpencil Kabupaten Tojo Una-Una menjadi perhatian publik dan menyoroti dugaan keterbatasan layanan kesehatan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Dataran Bulan, Kecamatan Ampana Tete.
Informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber yang meminta identitasnya tidak dicantumkan menyebutkan, keterbatasan tenaga kesehatan—terutama bidan desa—di wilayah tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peristiwa meninggalnya warga Desa Uematopa, Kecamatan Ulubongka. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya unggahan di media sosial, salah satunya dari akun Facebook Infoampana, yang kemudian mendapat perhatian luas dari warganet.
Sebelumnya, media ini telah berupaya mengonfirmasi kondisi tenaga kesehatan di Puskesmas Dataran Bulan. Dari informasi awal yang diperoleh, disebutkan adanya kekurangan tenaga medis yang diduga berkaitan dengan penataan penempatan tenaga kesehatan berstatus PPPK. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi secara rinci dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan, mengingat Kepala Dinas Kesehatan dilaporkan belum berada di tempat.
Korban diketahui bernama Pirna (19), warga Dusun Kalamba, Desa Uematopa. Ia meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) setelah mengalami pendarahan pascamelahirkan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Pirna melahirkan pada 5 Januari 2026 di sebuah kebun di Dusun Kalamba dengan bantuan dukun bersalin (sando, sebutan dalam masyarakat Wana). Pada saat persalinan, ibu dan bayi dilaporkan dalam kondisi selamat.
Beberapa hari setelah melahirkan, korban mengalami pendarahan. Namun, korban belum segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan masih mendapatkan perawatan dari pihak nonmedis.
Pada 14 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, keluarga membawa Pirna ke Puskesmas Dataran Bulan. Setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga medis memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Ampana guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, pada saat itu ambulans Puskesmas Dataran Bulan sedang digunakan untuk mengantar pasien rujukan lain, sehingga tidak tersedia kendaraan medis untuk segera membawa korban. Sekitar pukul 14.00 WITA, korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan milik warga, didampingi Bidan Desa dan Kader dari Dusun Paria.
Dalam perjalanan menuju RSUD Ampana, korban dilaporkan meninggal dunia di wilayah Popanga. Rombongan selanjutnya membawa jenazah kembali ke kampung halaman.
Setibanya di Desa Sukamaju, pihak keluarga kembali mengalami kendala transportasi karena kondisi akses jalan menuju Desa Uematopa yang sulit dilalui kendaraan. Karena hari mulai malam, jenazah akhirnya dibawa menggunakan sepeda motor oleh pihak keluarga, dikawal warga setempat, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial.
Peristiwa ini kembali menggambarkan tantangan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil, mulai dari keterbatasan akses, sarana transportasi medis, hingga kondisi infrastruktur, yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi berbagai pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Dataran Bulan belum memberikan keterangan resmi, dan media ini masih membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait. *[]











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
