t-media.id – Volume sampah domestik di wilayah perkotaan Kabupaten Tojo Una-Una terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan armada pengangkut sampah yang dimiliki pemerintah daerah, sehingga menjadi kendala serius dalam menjaga kebersihan kota.
“Ketika jumlah truk sampah tidak sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan, maka proses pengumpulan dan pengangkutan menjadi terhambat. Akibatnya terjadi penumpukan sampah di berbagai titik,” ungkap Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLHKP Tojo Una-Una, Otong Muhamad, S.Sos., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Otong mengakui, persoalan sampah yang kerap terlihat di bahu-bahu jalan tidak terlepas dari keterbatasan sarana pendukung di bidang yang dipimpinnya. Saat ini, DLHKP hanya memiliki enam unit truk pengangkut sampah yang digunakan untuk melayani tiga kecamatan, yakni Kecamatan Ampana Kota, Ampana Tete, dan Kecamatan Ratolindo.
“Armada yang kita punya memang tidak memadai. Bahkan sebagian besar usia kendaraan sudah sangat tua. Ada yang berumur 35 tahun, 30 tahun, dan 20 tahun. Tapi dengan segala keterbatasan itu, kami tetap berupaya maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan armada memaksa pihaknya menerapkan sistem rute. Artinya, pengangkutan sampah tidak bisa dilakukan setiap hari di titik yang sama karena harus berpindah ke wilayah lain sesuai jadwal.
“Misalnya hari ini kita angkut di satu titik, besok belum tentu bisa kembali ke lokasi yang sama karena harus mengikuti rute lain,” jelas Otong.
Berdasarkan pemetaan DLHKP, volume sampah terbesar berada di Kecamatan Ampana Kota dan Kecamatan Ratolindo. Namun ironisnya, armada yang beroperasi di Ampana Kota hanya satu unit, sementara Ratolindo memiliki empat unit truk, yang tetap dinilai belum mencukupi kebutuhan pengangkutan.
Meski menghadapi keterbatasan, DLHKP terus berupaya melakukan optimalisasi pelayanan. Salah satunya dengan melakukan penambahan rute pengangkutan, meliputi wilayah Sabulira Toba, Buntongi, Malotong, dan Padang Tumbuo.
Otong menambahkan, jika penambahan armada dapat direalisasikan, pengangkutan sampah idealnya bisa dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, sehingga persoalan penumpukan sampah dapat ditekan.
“Kalau armada ditambah, target retribusi sampah sebagai salah satu sumber PAD juga bisa tercapai tanpa kendala. Insya Allah bisa maksimal, asal ada penambahan armada,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, hampir seluruh truk pengangkut sampah yang ada saat ini sudah tidak layak operasi, sehingga memerlukan peremajaan segera.
Persoalan ini juga menjadi perhatian DPRD Tojo Una-Una. Wakil Ketua DPRD, Risal C. Panyili, S.E., M.A.P., menyebut penambahan armada pengangkut sampah seharusnya menjadi agenda rutin pemerintah daerah.
“Kita dorong agar setiap tahun ada penambahan armada. Ini penting untuk mencegah penumpukan sampah dan menjaga wajah kota,” kata Risal. *[]











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
