TOJO UNA-UNA, t-media.id – Menjelang berakhirnya tahun 2025, Polres Tojo Una-Una mengajak publik sejenak menengok kembali dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang satu tahun terakhir lewat Konferensi Pers, Senin (29/12/2025), Kapolres Touna AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., memaparkan data demi data, bukan sekadar deretan angka, tetapi potret nyata kehidupan sosial masyarakat Tojo Una-Una.
Didampingi Wakapolres Kompol Mulyadi, Kasat Reskrim IPTU Syarif, dan Kasat Narkoba IPTU Rizal Polii, Kapolres menyampaikan bahwa jumlah kejahatan konvensional pada tahun 2025 mengalami peningkatan menjadi 373 kasus, naik 57 kasus dibandingkan tahun 2024. Namun di balik kenaikan tersebut, terdapat catatan penting: tingkat penyelesaian perkara justru meningkat signifikan, dari 59,81 persen menjadi 69,22 persen.
“Ini menunjukkan komitmen anggota di lapangan untuk bekerja lebih cepat dan profesional,” ujar Kapolres.
Sejumlah kasus menjadi sorotan sepanjang 2025. Pencurian dengan pemberatan (curat) masih mendominasi dengan 49 kasus, disusul penipuan sebanyak 26 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 30 kasus, serta pengeroyokan 18 kasus. Fenomena ini, menurut Kapolres, menjadi cermin tantangan sosial yang perlu disikapi bersama, bukan hanya oleh kepolisian, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, terdapat kabar menggembirakan. Beberapa tindak pidana berat seperti pembunuhan, perjudian, penistaan agama, dan ilegal mining tercatat nihil sepanjang tahun 2025. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari langkah preventif dan pendekatan humanis yang terus diperkuat Polres Touna.
Pada ranah tindak pidana khusus, jumlah perkara meningkat tipis dari 13 kasus pada 2024 menjadi 15 kasus pada 2025. Kasus-kasus tersebut didominasi oleh kejahatan ITE, penipuan online, dan tindak pidana korupsi. Meski demikian, Polres Touna memastikan penanganan tetap berjalan sesuai prosedur hukum.
Sorotan lain datang dari sektor lalu lintas. Tahun 2025 mencatat 68 kasus kecelakaan, dengan korban meninggal dunia meningkat menjadi 15 jiwa. Yang memprihatinkan, sebagian besar kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua, dengan pelaku terbanyak berasal dari kelompok usia 16 hingga 25 tahun. Angka ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.
Sementara itu, dalam pemberantasan narkoba, Polres Touna menangani 35 kasus dengan 48 tersangka, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Beragam jenis barang bukti berhasil diamankan, mulai dari sabu, ganja, hingga obat-obatan psikotropika. Kapolres menegaskan bahwa perang terhadap narkoba akan terus dilakukan tanpa kompromi.
Menutup pemaparannya, AKBP Yanna Djayawidya menyampaikan pesan yang sarat empati. Ia mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan, sebagai bentuk penghormatan kepada saudara-saudara di daerah lain yang tengah berduka akibat musibah gempa.
“Pergantian tahun sebaiknya diisi dengan kegiatan positif dan refleksi diri,” tuturnya.
Polres Tojo Una-Una pun berkomitmen mengoptimalkan pengamanan malam tahun baru. Dengan dukungan media dan partisipasi aktif masyarakat, Kapolres berharap tahun 2026 dapat diawali dengan suasana yang aman, damai, dan penuh harapan. *[]











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)

















Touna Media Infotama
