TOUNA (t-media.id) – Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd., M.A.P., menyoroti rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Diskusi Publik Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) , yang berlangsung di Ruang Auditorium Kantor Bupati Tojo Una-Una, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tojo Una-Una, Sigit Labolong, S.STP., M.A.P., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tojo Una-Una Mario Pawadjoi, S.H.,M.Si, Kabag Ops AKP Kukuh Edi Purwanto mewakili Kapolres Tojo Una-Una, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Mohammad Asrar Mohammad Ali, S.Ag., M.Pd.I., Tim Ahli DR. Rustam Efendi, serta para camat, lurah, kepala desa dan pihak-pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Sekda Alfian menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Ia menyebutkan bahwa kebersihan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif warga.
“Kita harus bergerak dari sikap reaktif menjadi proaktif. Kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana,” ujar Sekda Alfian.
Ia juga menegaskan agar lurah dan kepala desa lebih aktif menggerakkan masyarakat melalui kegiatan kerja bakti telah dicanangkan dan rutin dilaksanakan minimal dua kali sebulan. Menurutnya, banyak wilayah di perkotaan dan perdesaan yang masih kurang perhatian terhadap pengelolaan sampah dan saluran air.
“Bahkan ASN pun masih ada yang belum memberi contoh baik dalam hal kebersihan. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Lurah dan kades harus menjadi motor penggerak agar masyarakat sadar pentingnya menjaga lingkungan,” tambahnya.
Sekda juga berbagi pengalaman pribadi mengenai kondisi drainase di sekitar rumahnya yang kerap meluap saat hujan deras, sebagai contoh nyata perlunya gotong royong membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.
Kegiatan diskusi publik ini dilanjutkan dengan penyusunan dokumen kajian risiko bencana oleh tim ahli sebagai narasumber. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembangunan daerah yang berbasis pengurangan risiko bencana.
Kegiatan ini mengusung prinsip kolaborasi pentaheliks, yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam upaya menciptakan perencanaan yang komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan. *[]











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
