Wakil Presiden Gibran Rakabuming didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK Pratikno, dan sejumlah perwakilan pemerintah daerah berfoto bersama usai penyerahan dana insentif fiskal 2025 untuk menekan stunting, di gedung Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025)
JAKARTA (t-media.id) — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) Tahun Berjalan 2025 sebesar Rp5.675.543.000 atas capaian kinerja penurunan stunting. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kepada 50 pemerintah daerah dalam kegiatan penyerahan insentif fiskal yang digelar di Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma Lantai 2, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK Pratikno, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah. Sulawesi Tengah diwakili oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.
Pemberian insentif fiskal ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat kepada daerah yang berhasil menunjukkan kinerja positif dalam percepatan penurunan stunting. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 330 Tahun 2025, total alokasi insentif mencapai Rp300 miliar, khusus untuk kategori kinerja penurunan stunting. Penurunan prevalensi stunting nasional tercatat berkurang 357.705 anak, turun dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024. Kinerja Sulawesi Tengah disebut menjadi salah satu kontributor signifikan terhadap capaian nasional tersebut.
Wapres Gibran dalam kesempatan itu menyerahkan dana insentif senilai Rp5 miliar hingga Rp7 miliar per daerah. Sulawesi Tengah menjadi salah satu penerima dengan nilai Rp5,6 miliar, sebagai apresiasi atas keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan sepanjang 2025.

Wakil Gubernur dr. Reny menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan menegaskan bahwa capaian itu merupakan buah kerja kolektif lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga kader posyandu di desa.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras semua pihak di Sulawesi Tengah telah membuahkan hasil nyata. Namun perjuangan kita belum selesai. Kita harus memastikan anak-anak Sulawesi Tengah tumbuh sehat, kuat, dan cerdas untuk masa depan,” ujar dr. Reny.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Ha d, Pemprov Sulteng terus memperkuat intervensi gizi, edukasi keluarga, serta sinergi lintas sektor hingga wilayah pelosok.
Pemerintah pusat melalui Sekretariat Wakil Presiden menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045, sesuai RPJMN 2025–2029 dan RPJP 2025–2045. Kontribusi Sulawesi Tengah disebut sangat penting dalam pencapaian target nasional tersebut.
Menutup keterangannya, Wakil Gubernur kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), termasuk Bappeda, Dinas Kesehatan, serta para kader posyandu.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Terima kasih kepada Bappeda, Dinas Kesehatan, dan seluruh kader posyandu yang menjadi ujung tombak upaya penurunan stunting. Tanpa dedikasi mereka, capaian ini tidak akan terwujud,” katanya.
Sumber : Tim BERANI











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
