TOJO UNA-UNA (t-media.id) — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tojo Una-Una, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulawesi Tengah untuk memastikan pelaksanaan Program Berani Sehat berjalan optimal, sekaligus memantau kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan yang cepat, modern, dan ramah masyarakat.
Di RSUD Ampana, Wagub diterima Direktur RSUD Ampana yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una, serta jajaran dokter, tenaga kesehatan, dan pegawai rumah sakit. Kunjungan diawali dengan paparan singkat mengenai kondisi terbaru rumah sakit, termasuk capaian pelayanan, kendala operasional, serta perkembangan implementasi sistem digital dalam manajemen pelayanan pasien.
Tekankan Pentingnya Digitalisasi Pelayanan Rumah Sakit
Dalam arahannya, Wagub Reny memberi apresiasi terhadap progres digitalisasi informasi pasien di RSUD Ampana. Menurutnya, transformasi digital merupakan langkah strategis yang akan berdampak besar pada efektivitas layanan kesehatan di daerah.
“Harapan saya, seluruh data pasien dapat terbaca secara lengkap melalui sistem digital, sehingga proses verifikasi BPJS, riwayat penyakit, hingga kebutuhan pemeriksaan dapat diketahui secara cepat. Jika ada kendala perangkat atau sistem yang tidak berfungsi, laporkan segera agar tidak menghambat pelayanan,” ujarnya tegas.
Wagub juga meninjau beberapa ruangan pelayanan, termasuk instalasi rawat inap, farmasi, dan ruang gawat darurat. Di sela kunjungan, ia menyapa pasien satu per satu, menanyakan kondisi kesehatan mereka serta memastikan apakah pelayanan rumah sakit berjalan dengan baik.
Bagi Wagub yang berasal dari dunia kesehatan, kualitas pelayanan dasar seperti kecepatan respons perawat, kebersihan ruang rawat, dan ketersediaan fasilitas medis menjadi perhatian utama.
Soroti Kekurangan Dokter Spesialis Patologi Klinik
Salah satu isu penting yang muncul dalam kunjungan tersebut adalah belum tersedianya dokter spesialis patologi klinik di RSUD Ampana. Hal ini berpengaruh pada proses analisis sampel laboratorium yang menjadi acuan dokter dalam menegakkan diagnosis maupun evaluasi perkembangan pasien.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Reny menyampaikan respons dengan candaan khas seorang praktisi kesehatan.
“Kita upayakan dalam beberapa hari ke depan sudah ada dokter patologi klinik yang masuk bertugas. Seandainya saya bukan Wakil Gubernur, mungkin saya sudah turun langsung jadi dokter patologi klinik di sini. Tapi sayang, saya sedang mengemban tugas lain,” ujarnya sambil tersenyum, disambut tawa para tenaga kesehatan.
Meski berkelakar, Wagub memastikan bahwa pemerintah provinsi akan membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis spesialis, terutama yang berkaitan dengan pelayanan penunjang diagnosis.
Koordinasi Lintas Sektor Agar Pelayanan Tanpa Hambatan Administratif
Lebih lanjut, Wagub menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas rumah sakit, tetapi juga membutuhkan koordinasi yang kuat antara berbagai instansi, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.
“Dengan sistem digital yang terintegrasi, data pasien akan semakin mudah diverifikasi. Ini sangat membantu agar masyarakat tidak terganggu hambatan administratif ketika sedang memerlukan pelayanan kesehatan yang cepat,” kata Wagub.
Ia juga meminta RSUD Ampana untuk terus memperkuat manajemen mutu pelayanan, termasuk kompetensi tenaga kesehatan, standardisasi alur kerja, dan kenyamanan pasien.
Lanjutkan Peninjauan ke Puskesmas Ampana Timur

Keesokan harinya, usai menghadiri rapat kerja bersama Pemkab Tojo Una-Una, Wagub Reny melanjutkan agenda peninjauan ke Puskesmas Ampana Timur. Kehadirannya langsung disambut meriah oleh pegawai, tenaga kesehatan, serta Kepala Puskesmas Ampana Timur, Lidya.
Di puskesmas tersebut, Wagub kembali menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan perbaikan mutu pelayanan tingkat pertama. Program Berani Sehat yang tengah didorong pemerintah provinsi, menurutnya, akan efektif jika pelayanan dasar di puskesmas berjalan maksimal.
Ia memuji kekompakan tim Puskesmas Ampana Timur yang dinilai telah mampu menjaga standar pelayanan aman, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hasil peninjauan hari ini berjalan lancar. Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan yang terus bekerja tanpa lelah. Semoga fasilitas dan kualitas pelayanan terus di-upgrade demi masyarakat Tojo Una-Una yang lebih sehat dan lebih sejahtera,” tutur Wagub.
Dorong Pelayanan yang Semakin Manusiawi
Menutup kunjungannya di Tojo Una-Una, Wagub Reny kembali mengingatkan bahwa pembangunan kesehatan harus berorientasi pada kepuasan dan kenyamanan masyarakat, bukan sekadar terpenuhinya standar teknis.
Menurutnya, digitalisasi, kelengkapan SDM, dan penguatan koordinasi hanyalah alat bantu. Yang terpenting adalah hadirnya pelayanan yang manusiawi, empatik, serta cepat merespons kebutuhan pasien, terutama bagi kelompok rentan. *[]











![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
