t-media.id, TOJO UNA-UNA — Suasana Dusun 1 Lere, Desa Mantangisi, Senin (4/5/2026) sore, berubah hangat dan penuh keakraban. Di tengah hamparan kebun kelapa, Ilham Lawidu hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah, tetapi menyatu dengan warganya.
Tanpa protokoler kaku, Ilham membaur, bercengkerama, bahkan melayani permintaan swafoto dari ibu-ibu yang antusias mengabadikan momen. Pemandangan ini menjadi penutup sederhana namun bermakna dari syukuran rampungnya pembangunan jalan usaha tani dan normalisasi sungai di dusun tersebut.
Bagi warga, acara itu bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk syukur atas hadirnya akses baru yang selama ini mereka dambakan—jalan yang kini memudahkan mereka menjangkau kebun, mempercepat distribusi hasil tani, dan memangkas beban kerja sehari-hari.
Namun di balik suasana santai itu, pesan yang disampaikan Bupati cukup tegas.
Ia secara khusus menyoroti kinerja Dinas PUPR yang dinilai mampu “bergerak cepat” di tengah kondisi anggaran daerah yang terbatas.
“Ini bukti bahwa pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Yang utama adalah menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Ilham di hadapan warga.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa arah pembangunan di Tojo Una-Una tetap difokuskan pada sektor riil yang langsung dirasakan masyarakat—terutama infrastruktur penunjang pertanian.
Kepala Dinas PUPR, Asfan Supu, yang turut mendampingi, mengungkapkan bahwa pekerjaan belum berhenti di Mantangisi. Pemerintah telah menyiapkan lanjutan pembangunan jalan di Dusun Paria, Desa Uematopa—wilayah yang dinilai memiliki potensi besar namun masih terkendala akses.
Rencana tersebut langsung mendapat respons positif dari Wahid Rimpu. Ia menyebut pembukaan akses jalan akan menjadi kunci untuk menghidupkan kawasan Dataran Bulan yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Kalau akses terbuka, potensi wilayah itu bisa berkembang cepat,” ujarnya.
Bagi warga Dusun Lere, pembangunan jalan usaha tani dan normalisasi sungai bukan hanya soal infrastruktur. Ini adalah titik balik—harapan baru untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, proyek ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang tepat sasaran tetap bisa diwujudkan. Dan sore itu, di bawah rindang kebun kelapa, pesan itu terasa jelas: pembangunan desa tidak boleh menunggu, dan pemerintah dituntut hadir hingga ke akar rumput. *[BD]













![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
