t-media.id, AMPANA | Jam menunjukkan pukul 20.30 WITA saat puluhan personel polisi berkumpul di halaman Mapolres Tojo Una Una, Sabtu malam, 18 April 2026. Di bawah sorot lampu raksa, mereka bersiap melakukan “ritual” rutin: Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Sasarannya jelas, yakni penyakit masyarakat yang kerap bersembunyi di balik gelapnya malam, mulai dari botol miras hingga senjata tajam.
Dipimpin Kasatnarkoba IPTU Rizal Poli’i, tim bergerak menyisir nadi-nadi strategis Kabupaten Tojo Una Una. Jalur Dua Uemalingku yang biasanya bising menjadi titik awal, sebelum menyasar keramaian di Kompleks Pasar Sansarino dan Taman JH Ampana.
“Langkah ini adalah upaya preventif. Kami ingin menjamin warga bisa menikmati malam tanpa waswas,” ujar Kasi Humas IPTU Martono, mewakili Kapolres AKBP Yanna Djayawidya.
Di Bailo Urban Park, petugas menemui sekumpulan pemuda yang tengah nongkrong. Bukan dengan bentakan, polisi melakukan pendekatan humanis. Pemeriksaan badan dilakukan secara terukur, sembari menyisipkan pesan-pesan edukatif agar mereka tak terperosok ke lubang kriminalitas. Tak hanya soal premanisme, personel di lapangan juga sibuk mengatur lalu lintas agar tak ada adu banteng atau kemacetan di titik-titik kumpul warga.
Hingga patroli berakhir dan tim kembali ke Mako, tak ada insiden menonjol yang tercatat. Tojo Una Una malam itu tetap tenang, membuktikan bahwa kehadiran seragam di lapangan mampu membungkam niat jahat sebelum sempat menjadi aksi. *[]
Laporan : Humas Polres Tojo Una-Una













![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
