T-MEDIA.ID, Ampana Kota | Kabupaten Tojo Una-Una resmi memberangkatkan kafilahnya menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi. Namun, keberangkatan tim tahun ini menyisakan tanda tanya besar mengenai efektivitas penjaringan bakat religius di daerah tersebut.
Wakil Bupati sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tojo Una-Una, Hj. Surya, S.Sos., M.Si., melepas rombongan secara resmi di Aula Latifa Homestay, Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, pada Kamis sore, 4 Juni 2026. Acara pelepasan dihadiri lengkap oleh jajaran unsur Muspida, diantaranya Ketua DPRD Tojo Una-una bersama Sekwan, Kajari Tojo Una-Una, Kapolres diwakili Kasat Intel Polres Tojo Una-Una, Kakandepag Tojo Una-Una, Pengadilan Agama Tojo Una-Una, serta sejumalah kepala-kepala OPD Lingkup Pemkab Tojo Una-Una.
Di balik seremonial yang khidmat, ada kontras yang mencolok pada komposisi skuad Tojo Una-Una tahun ini. Daerah yang biasanya mengirimkan delegasi penuh di seluruh cabang perlombaan, kali ini tampil dengan kekuatan yang jauh berkurang.
Dari total 7 cabang yang dilombakan di tingkat provinsi, Tojo Una-Una absen di dua cabang dan hanya mengirimkan 19 peserta untuk mengisi 5 cabang lomba. Rinciannya: 6 peserta Tilawah, 8 peserta Tahfidzh Qur’an, 3 peserta Qira’at, 1 peserta Tafsir, dan 1 peserta Seni Kaligrafi. Mereka didampingi oleh 10 pelatih dan official.
Penyusutan drastis jumlah delegasi ini memicu spekulasi dan memunculkan dugaan bahwa penurunan kuota ini disebabkan oleh kebijakan pemangkasan atau minimnya pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Namun, teka-teki itu dibantah oleh pihak pemerintah kabupaten. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Tojo Una-Una, Haerudin, S.T., M.M., menegaskan bahwa persoalan ini murni masalah teknis hasil penjaringan, bukan karena kantong daerah yang kering.
“Kurangnya jumlah peserta pada helatan MTQ tingkat provinsi tahun ini bukan terkendala anggaran,” kata Haerudin saat memberikan keterangan kepada media ini di sela-sela acara pelepasan, Kamis sore “Melainkan kami hanya sebatas menerima laporan dari hasil seleksi oleh panitia seleksi.”
Pernyataan Kabag Kesra tersebut justru membuka tabir baru. Jika anggaran daerah tersedia dan bukan menjadi aral melintang, maka sorotan kini mengarah tajam pada performa internal panitia seleksi tingkat kabupaten.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tojo Una-Una Nomor: 100.3.3.2/281/KESRA/2026 yang diteken pada 25 Mei lalu, regulasi pemberangkatan sudah matang. Namun, tidak terpenuhinya kuota di semua cabang mengindikasikan adanya ruang kosong dalam proses penjaringan dan pembinaan berkala yang dilakukan oleh tim seleksi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih detail dari pihak panitia seleksi mengenai mengapa proses kurasi tahun ini gagal menjaring qari dan qariah untuk memenuhi seluruh cabang perlombaan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Hj. Surya dalam sambutannya tetap membakar semangat 19 kafilah yang tersisa. Ia berpesan agar para peserta tidak terbebani dan tetap menjaga marwah daerah.
“Keberangkatan para kafilah sekalian hari ini bukan sekadar untuk mengejar prestasi atau meraih piala. Lebih dari itu, kalian adalah duta-duta pembangunan mental-spiritual sekaligus wajah dari nilai-nilai religiusitas masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una,” ujar Surya.
Kafilah Tojo Una-Una dijadwalkan tiba di Kabupaten Sigi pada 5 Juni 2026, untuk mengikuti pembukaan MTQ pada 7 Juni, dan akan berjuang hingga penutupan pada 13 Juni mendatang. Publik kini menunggu, apakah skuad minimalis ini mampu membawa pulang hasil maksimal di tengah evaluasi internal yang membayangi Tim Seleksi mereka. *[]








































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
