t-media.id, TOJO UNA UNA | Sebuah tenda sederhana berdiri di samping rumah jabatan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Jafar M. Amin, Jumat malam, 29 Mei 2026. Di bawah rintik gerimis, hanya ada dua meja panjang yang menyajikan menu makanan rumahan, mirip hajatan warga pada umumnya.
Pemandangan fisik ini kontras dengan isu liar yang menggelinding di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sebuah akun Facebook bernama “Ikhlas Menyapa” menuding acara Open House pimpinan dewan tersebut menelan anggaran daerah hingga Rp 1,2 miliar.
Wakil Ketua II DPRD Tojo Una-Una, Jafar M. Amin, langsung menepis tudingan tersebut di hadapan para tamu. “Seperti yang Anda lihat malam ini, kondisinya tidak seperti yang ditudingkan. Itu informasi hoaks,” kata Jafar tegas.
Angka Rp 1,2 miliar yang diributkan netizen seketika mentah saat melihat realisasi di lapangan. Alih-alih mewah, acara silaturahmi yang dihadiri Sekretaris Daerah Alfian Matajeng dan mantan Wakil Bupati Admin Lasimpala ini justru berjalan tanpa formalitas ketat.
Fakta di lokasi acara menunjukkan Tidak ada panggung megah atau dekorasi mewah. Panitia hanya memasang satu tenda tambahan untuk menyambung kanopi rumah dinas yang sudah ada, Konsumsi tamu hanya bertumpu pada dua meja hidangan dengan menu makanan lazimnya pesta kecil atau halalbihalal biasa dan Acara berjalan mengalir layaknya silaturahmi warga dengan tokoh masyarakat, jauh dari representasi sebuah kegiatan bernilai miliaran rupiah.
Sejumlah anggota DPRD yang hadir malam itu meradang dan menyebut visualisasi acara ini adalah bukti konkret untuk mematahkan isu tersebut. Mereka menilai tuduhan Rp 1,2 miliar sangat tidak rasional dan mengarah pada fitnah yang tidak bertanggung jawab.
Jafar menjelaskan, pimpinan dewan tidak pernah mengusulkan anggaran khusus untuk menggelar acara ini. Dana yang digunakan merupakan bagian dari pos rutin yang melekat pada Sekretariat DPRD.
“Anggaran Open House itu melekat pada Sekretariat DPRD, bukan kami yang mengusulkan. Itu sudah ditetapkan dalam dokumen anggaran seperti untuk makan-minum dan pelayanan tamu,” jelas Jafar.
Meski nominal pasti dari pos pelayanan tamu tersebut belum bisa diverifikasi secara rinci—karena Sekretaris Dewan Amin Bustamin tidak hadir di lokasi—penelusuran menunjukkan bahwa anggaran tersebut menyatu dalam pos belanja penunjang operasional pimpinan, bukan mata anggaran khusus yang berdiri sendiri.
Jafar pun menantang balik pihak-pihak yang melempar isu untuk melihat langsung fakta di lapangan ketimbang memproduksi rumor di media sosial.
“Silakan datang langsung ke acara kami untuk mendapatkan penjelasan secara terbuka. Jangan menelan mentah-mentah isu yang sengaja ditiupkan untuk merusak silaturahmi demi kepentingan sesaat,” pungkas Jafar. *[]








































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)












Touna Media Infotama
