PALU |Suasana khidmat pelantikan 40 pejabat eselon II dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendadak tegang. Di tengah prosesi yang berlangsung di Rumah Jabatan Siranindi, Kota Palu, Senin, 11 Mei 2026, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melempar peringatan keras yang menyasar moralitas para anak buahnya.
Bukan sekadar seruan disiplin kerja, Anwar secara blak-blakan membeberkan adanya laporan mengenai dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan kepala dinas dan staf di internal pemerintahan yang ia pimpin.
“Ini kemarin ada yang WA (WhatsApp) saya. ‘Pak Gubernur, itu ada kepala dinas, ada di koran itu, ada kepala dinas selingkuh dengan staf.’ Ini saya lagi cari, saya ingatkan ini ya,” ujar Anwar Hafid dengan nada tinggi di hadapan puluhan pejabat dan istri mereka yang hadir.
Anwar menegaskan, ruang publik dan media massa kini mengawasi ketat gerak-gerik para birokrat. Ia mengaku informasi tersebut juga telah dikonfirmasi oleh kalangan jurnalis, meski identitas oknum kepala dinas tersebut masih disimpan rapat.
“Saya ingatkan, kita kepala dinas, kita pimpinan, hentikan itu. Apalagi kita di lingkungan sendiri,” kata dia. “Ada wartawan lapor sama saya, tapi saya belum tahu siapa orangnya. Dia tidak mau juga kasih tahu. Jadi kalau ada yang merasa, berhenti. Itu berhenti.”
Pernyataan ini sengaja dilontarkan Anwar justru karena acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh para pendamping atau istri pejabat. Menurut mantan anggota DPR RI ini, jabatan yang diemban para kepala dinas membuat waktu mereka tersedot sepenuhnya untuk pelayanan publik, sehingga komitmen menjaga integritas keluarga menjadi mutlak.
“Komyu (kamu) punya suami itu kalau sudah di kantor itu milik saya, bukan milik komu. Ini tugas kita karena kita berat,” kata Anwar. Karena itu, ia mewanti-wanti agar para pejabat tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum dan etika. “Tolong jaga integritas. Jangan bikin gerakan tambahan. Jangan bikin gerakan aneh-aneh. Hindari narkoba, hindari perselingkuhan.”
Isu moralitas birokrasi ini melengkapi rentetan kejengkelan Anwar terhadap performa jajarannya. Selain perkara skandal asmara, dalam pidato yang sama ia juga membongkar borok tata kelola ASN di Sulawesi Tengah, termasuk temuan viral mengenai manipulasi absen yang melibatkan sekitar 3.000 pegawai.
Anwar mengancam tidak akan segan-segan mencopot para kepala dinas dalam waktu enam bulan jika gagal membenahi internal instansi mereka, tertib administrasi, maupun menjaga moralitas. “Jangan malas usai dilantik. Kinerja buruk pasti diganti,” pungkasnya melalui sebuah pantun penutup.*[]
Sumber: PPID BPBD Provinsi Sulawesi Tengah (ppid.sultengprov.go.id)








































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)











Touna Media Infotama
