t-media.id, AMPANA TETE | Sore itu, langit di atas Jalan Trans Sulawesi, Dusun I Desa Tete A, tak memberikan pertanda buruk. Namun, bagi Hasrul, maut justru bersembunyi di balik batang pohon Kayu Jawa yang menua di bahu jalan. Pria 48 tahun asal Morowali itu mengembuskan napas terakhirnya tepat di atas aspal, terkubur di bawah rimbun dahan yang tumbang tiba-tiba pada Minggu, 19 April 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WITA itu bermula layaknya perjalanan biasa. Dari arah Ampana, Hasrul memacu Honda Scoopy-nya menuju Desa Sabo. Di depannya, Andri (34) tengah membonceng ibunya, Resna (58), dalam perjalanan menuju sebuah acara arisan.
Naluri Andri menyelamatkannya. Saat melintas di titik nahas tersebut, telinganya menangkap suara asing: derit retakan kayu yang tajam. Curiga akan bahaya yang mengintai dari ketinggian, ia spontan menarik tuas rem, memperlambat laju motornya.
Namun, Hasrul yang berada di belakang tampaknya tak mendengar isyarat alam tersebut. Ia memacu motornya, menyalip Andri dengan tenang. Malang tak dapat ditolak. Baru berselang sekitar 20 meter setelah manuver menyalip itu, batang pohon besar di sisi jalan menyerah pada gravitasi. Ambruknya pohon tersebut tak memberikan ruang bagi Hasrul untuk menghindar. Ia tertimpa tepat di tempatnya melaju.
“Saksi melihat langsung bagaimana pohon itu roboh dan menimpa korban,” ujar Kapolsek Ampana Tete, AKP Rochmat Ari Purwanto.
Melihat pemandangan mengerikan di depan mata, Andri bergegas menuju Mapolsek Ampana Tete. Tak lama kemudian, deru sirene polisi memecah kesunyian lokasi kejadian. Personel kepolisian segera memasang garis pengaman dan mengevakuasi tubuh Hasrul yang sudah tak bernyawa akibat luka berat yang dideritanya.
Senja itu, perjalanan Hasrul berakhir di Desa Sabo, bukan untuk urusan yang direncanakannya, melainkan untuk disemayamkan. AKP Rochmat pun memberikan peringatan getir bagi para pelintas: hijau pepohonan di sepanjang jalur Trans Sulawesi bisa menjadi jebakan maut, terutama saat pohon mulai rapuh atau cuaca sedang tak bersahabat.
Kini, Jalan Trans Sulawesi kembali sunyi, meninggalkan jejak duka dan peringatan tentang maut yang bisa datang hanya dari sebuah suara retakan kecil di pinggir jalan. *[]
Laporan : Humas Polres Tojo Una-Una













![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)















Touna Media Infotama
