TOJO UNA-UNA|t-media.id – Manajemen PT Asas Mandiri Pratama akhirnya buka suara di tengah derasnya sorotan DPRD Tojo Una-Una terkait sengkarut kelangkaan elpiji 3 kilogram bersubsidi. Agen resmi penyalur gas melon ini resmi merilis cetak biru pemetaan kuota operasional dan jaringan pangkalan teranyar guna membangun transparansi tata kelola distribusi ke publik.
Perusahaan merombak strategi logistiknya dengan mengunci total alokasi kuota aktif sebesar 8.840 satuan unit yang tersebar dari wilayah daratan utama hingga gugusan kepulauan. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Di sisi lain, pihak manajemen menyatakan menerima sepenuhnya dan berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh hasil akhir kesepakatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di parlemen.
Manajer PT Asas Mandiri Pratama, Fadel, menegaskan bahwa penataan ulang struktur distribusi ini tidak dilakukan di atas meja kosong, melainkan bersandar pada analisis kebutuhan riil dan aktivitas domestik masyarakat di lapangan.
“Kami berkomitmen meminimalkan risiko kelangkaan dan ketimpangan pasokan. Melalui pemetaan geografis yang presisi, kami memastikan wilayah dengan aktivitas domestik dan pelaku usaha mikro tinggi mendapatkan porsi yang proporsional,” kata Fadel dalam keterangan resminya, Senin, 15 Juni 2026.
Berdasarkan cetak biru terbaru, strategi distribusi perusahaan kini bertumpu pada tiga koridor sektor penting: Sentralisasi Daratan Utama: Kecamatan Ampana Tete kini diplot sebagai wilayah dengan alokasi terbesar, yakni mencakup 2.300 kuota (sekitar 26 persen dari total suplai perusahaan) yang dialirkan melalui 36 pangkalan aktif. Menyusul di belakangnya, Kecamatan Tojo Barat dijatah 1.870 kuota, dan Ampana Kota sebesar 1.655 kuota., Ketahanan Wilayah Kepulauan: Mengantisipasi lonjakan harga di wilayah terluar, perusahaan memastikan pasokan untuk wilayah kepulauan tetap stabil. Kecamatan Togean mendapat jaminan 600 kuota, Walea Kepulauan 450 kuota, dan Kecamatan Una-Una sebesar 300 kuota demi menjaga keseimbangan Harga Eceran Tertinggi (HET). Dan Peningkatan Kapasitas Operasional: Guna mempercepat perputaran stok, Pangkalan Agus Malino di Tojo Barat ditetapkan sebagai salah satu titik hub utama dengan kapasitas tampung tertinggi sebesar 200 kuota. Posisi ini ditempel ketat oleh Pangkalan Berlian dan Pangkalan Naira di Ampana Tete yang masing-masing mengelola 190 kuota.
Langkah taktis PT Asas Mandiri Pratama ini sekaligus menjadi jawaban konkret atas kebutuhan akurasi data penerima manfaat di lapangan. Fadel menyatakan saat ini perusahaannya tengah mengintegrasikan skema klasifikasi konsumen secara digital, berbasis data kesejahteraan dari Desil 1 hingga Desil 5. Intervensi ini diharapkan mampu memastikan ketepatan sasaran subsidi ke depan.
Selain itu, sebagai bagian dari optimalisasi sistem logistik internal, PT Asas Mandiri Pratama bersiap mengujicobakan skema jadwal pengiriman malam hari dengan target kapasitas koridor sebesar 2.810 kuota. Langkah penyaluran terjadwal ini diproyeksikan menjadi solusi taktis untuk mengurai kemacetan distribusi yang kerap terjadi pada jam kerja reguler. Manajemen menjamin seluruh pergerakan data operasional pangkalan ini akan diperbarui secara berkala dan dapat diakses oleh pihak berwenang serta perwakilan masyarakat demi menjaga akuntabilitas publik.
Fadel menambahkan, kepatuhan terhadap hasil RDP di Ruang Rapat Aspirasi merupakan prioritas korporasi saat ini. Pihaknya siap bersinergi dengan tim pengawasan terpadu yang dibentuk Komisi III DPRD guna memastikan penyaluran logistik energi ini berjalan andal, aman, dan merata sampai ke tingkat rumah tangga dan usaha mikro. *[]









































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
