TOJO UNA-UNA|t-media.id — Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menyalurkan bantuan berupa 7.204 pasang pakaian seragam sekolah gratis yang ditujukan bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026. Kebijakan ini menyasar siswa di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah kabupaten.
Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya,S.Sos., M.Si., menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di Aula SMP Negeri 2 Ratolindo pada Senin, 6 Juli 2026. Langkah ini diklaim sebagai intervensi nyata dari pemerintah daerah dalam memitigasi risiko anak putus sekolah yang kerap dipicu oleh kendala finansial keluarga saat memasuki tahun ajaran baru.
Menurut Surya, pembebasan biaya seragam ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi daerah periode 2025–2030 yang berfokus pada pemerataan kualitas sumber daya manusia. Dengan memangkas biaya operasional awal sekolah, pemerintah berharap hambatan ekonomi tidak lagi menjadi pembatas bagi anak-anak untuk mengakses hak dasar pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Faktor ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak di Tojo Una-Una untuk mendapatkan hak belajar,” ujar Surya dalam arahannya, Senin, 6 Juli 2026.
Surya juga menambahkan bahwa seragam baru ini diharapkan dapat menjadi simbol kesetaraan di lingkungan sekolah. Kehadiran atribut yang seragam di ruang kelas dinilai mampu menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa bangga sebagai pelajar tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa efektivitas program ini di lapangan tetap membutuhkan pendampingan aktif dari ekosistem keluarga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tojo Una-Una, Aspan P. Taurenta, memaparkan bahwa alokasi seragam gratis tahun ini didasarkan pada data pokok pendidikan terbaru untuk memastikan ketepatan sasaran. Seluruh bantuan dibagi ke dalam tiga klaster jenjang pendidikan: TK / PAUD: 1.970 pasang seragamm Sekolah Dasar (SD): 3.021 pasang seragam dan Sekolah Menengah Pertama (SMP): 2.213 pasang seragam.
Berkaca pada kendala administratif yang terjadi pada tahun sebelumnya, Disdikbud menegaskan telah memperketat mekanisme pengawasan jalur distribusi. Langkah mitigasi ini diambil untuk mengantisipasi adanya siswa baru yang luput atau tidak terdaftar dalam basis data penerima bantuan. *[]









































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)

















Touna Media Infotama
