TOJO UNA-UNA|t-media.id — Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una tampaknya harus mengubur ego birokrasi jika tak ingin sektor pariwisata Kepulauan Togean terus berjalan di tempat. Menyadari lambatnya mobilitas akibat keterbatasan akses, pemerintah daerah kini memilih merangkul investasi swasta demi menggenjot konektivitas laut yang selama ini kerap dikeluhkan pelancong dan warga lokal.
Kamis, 2 Juli 2026, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu dijadwalkan meresmikan operasional speedboat eksekutif anyar bernama Numa di Kantor Tourist Information Center (TIC) Pelabuhan Ampana. Kapal cepat bermesin 750 PK dengan kecepatan hingga 50 knot ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh rute Ampana menuju Wakai, Kepulauan Togean.
Meski diklaim sebagai bentuk pelayanan publik, pengadaan kapal VIP sepanjang 13 meter ini sepenuhnya disokong oleh modal swasta, yakni PT Caniago Putri Mandiri Group (CPMG). Perusahaan yang didatangkan dari Kota Tarakan ini mematok target pasar yang jelas: efisiensi dan kenyamanan premium.
Pemilik PT CPMG, Umar Tinamba, tidak menampik bahwa ekspansi ini bertumpu pada gurita bisnis akomodasi dan dive center miliknya di Togean. “Kami berupaya keras agar jalur transportasi pariwisata Togean menjadi mudah diakses,” ujar Umar. Saat ini, perusahaannya bahkan telah menyiagakan tiga armada laut dan kini tengah menanti ketukan palu izin rute resmi dari otoritas terkait.
Janji kemudahan regulasi langsung dilempar oleh birokrasi lokal. Kepala Dinas Perhubungan Tojo Una-Una, Arman Tambilalo, menyatakan siap memuluskan seluruh proses perizinan operasional selepas memantau uji coba pelayaran di lepas pantai Ampana, Selasa, 30 Juni lalu. Arman berdalih, kehadiran armada swasta ini menjadi katup penyelamat atas keluhan klasik masyarakat terkait minimnya akses penyeberangan.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Tojo Una-Una, Asrin Soga, mengakui bahwa tanpa stimulus akses transportasi yang mumpuni, target pendongkrakan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Togean hanya akan menjadi catatan di atas kertas.
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Publik tentu menunggu, apakah karpet merah yang digelar untuk investor ini benar-benar mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di lingkar Togean, atau sekadar menjadi pemuas dahaga bisnis transportasi kelas VIP. *[]
Sumber : Istimewa









































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
