TOJO UNA-UNA, t-media.id — Sebuah unggahan di media sosial Facebook menggegerkan publik terkait dugaan hilangnya 11 wisatawan mancanegara (wisman) yang melakukan penyeberangan menggunakan speedboat dari Pulau Una-Una menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Ais Balango. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa belasan wisatawan asing itu belum tiba di tujuan hingga Sabtu dini hari, 25 Juli 2026, dan tengah dalam upaya pencarian oleh pihak berwenang. Unggahan tersebut juga menyertakan daftar nama beserta tanggal lahir 11 wisman tersebut, di antaranya Milan Kasik, Rani Permentier, Mathijs Sercu, hingga kelompok keluarga Van Driesum dan Prange.
Menanggapi kabar yang beredar luas tersebut, media ini mengonfirmasi langsung Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Tojo Una-Una, Saiful Hulungo, via sambungan telepon pada Sabtu (25/7/2026) pukul 00.00 WITA.
Saiful membenarkan bahwa kabar mengenai dugaan hilangnya rombongan wisman tersebut telah ramai diperbincangkan di grup-grup percakapan penggiat pariwisata. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini kebenaran kabar tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.
“Sampai hari ini, saya juga dapat informasi di grup HPI Tojo Una-Una, hampir sama dengan kabar yang beredar di media sosial. Tapi setelah saya berkomunikasi dengan teman-teman pemilik resort di Una-Una, data manifest penumpang itu masih simpang siur. Belum bisa dipastikan apakah jumlahnya 8 orang, lebih, atau kurang,” ujar Saiful.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun pihaknya, speedboat yang membawa rombongan tersebut bertolak dari Una-Una sekitar pukul 07.00 WITA. Kabar belum tibanya kapal baru diterima oleh pengelola resort di Touna sekitar pukul 14.30 WITA (14.30 siang/sore).
Guna memastikan situasi di lapangan, Saiful mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) setempat.
“Saya barusan berkomunikasi dengan Kasat Polairud Polres Pohuwato. Anggota di sana masih standby dan tengah mengumpulkan informasi valid di lapangan. Jadi belum bisa kita simpulkan,” tambahnya.
Saiful mengimbau agar semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait kabar ini. Belum adanya kepastian validasi data bukan berarti kabar tersebut sepenuhnya tidak benar, melainkan masih membutuhkan verifikasi ketat dari otoritas terkait.
Atas nama HPI Tojo Una-Una, ia juga berharap peran aktif dan kerja sama dari para insan pers untuk terus menggali serta menyajikan informasi yang terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. *[]












































Touna Media Infotama
