TOJO UNA-UNA, t-media.id — Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Lapangan Bumi Mas Uemalingku, Tojo Una-Una, Senin (17/8/2026), menyisakan momen hangat. Di luar agenda resmi, mantan Bupati Tojo Una-Una dua periode, Drs. H. Damsik Ladjalani, tampak berbaur dengan warga dan jurnalis.
Berjas abu-abu dan bersongkok hitam, Damsik turun dari tribun utama seusai upacara. Tanpa sekat formal, ia menyapa para jurnalis yang sedang bertugas. Percakapan mengalir santai, diselingi gurauan tawa tanpa protokol podium maupun mikrofon.
Damsik bukan figur baru di Kabupaten Tojo Una-Una. Ia mencatatkan rekam jejak panjang di birokrasi sejak wilayah ini belum menjadi daerah otonom, sebelum akhirnya terjun ke politik melalui Partai Golkar dan memimpin daerah tersebut pada periode 2005–2015.
Meski tak lagi memegang kewenangan publik, kehadirannya di HUT ke-81 RI menegaskan batas tegas antara jabatan dan pengabdian. Bagi Damsik, masa bakti purna ketika surat keputusan berakhir, namun ikatan dengan masyarakat tak pernah usai.
“Jabatan akan berakhir, tetapi tanggung jawab kepada rakyat dan kecintaan kepada daerah tidak pernah berhenti. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja, persatuan, dan keadilan,” ujar Damsik di sela perbincangan.
Perjumpaan singkat di Lapangan Uemalingku itu menjadi gambaran sederhana makna kemerdekaan: merawat silaturahmi dan menjaga kontribusi bagi daerah, meski kursi kekuasaan telah lama ditinggalkan. *[]















































Touna Media Infotama
