MANTANGISI, t-media.id – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Teluk Tomini tidak hanya berdampak pada aktivitas pelayaran, tetapi juga memicu penumpukan penumpang kapal penyeberangan. Hasil pantauan media ini di Pelabuhan Mantangisi, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026) sore, menunjukkan kepadatan penumpang Kapal Perintis Tol Laut KM Sabuk Nusantara 78 yang hendak bertolak menuju Gorontalo.
Kepadatan tersebut diduga kuat merupakan dampak dari ditundanya operasional kapal milik PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), KMP. Tuna Tomini, untuk rute Ampana – Wakai – Gorontalo (PP).
Sebelumnya, pihak ASDP menerbitkan pengumuman resmi terkait penundaan keberangkatan KMP. Tuna Tomini dari Pelabuhan Gorontalo menuju Ampana hingga Minggu (26/7/2026) sore, merujuk pada peringatan cuaca buruk dan tinggi gelombang dari Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika (BMKG) di Teluk Tomini. KMP. Tuna Tomini dilaporkan baru sandar di Pelabuhan Feri Uebone pada Senin sore dan masih harus menunggu perkembangan cuaca lebih lanjut dari BMKG sebelum diizinkan berlayar kembali.
Kondisi ini membuat sebagian besar calon penumpang memilih beralih ke armada kapal perintis Tol Laut KM Sabuk Nusantara 78 di Pelabuhan Mantangisi sebagai alternatif utama agar tetap bisa menyeberang ke Gorontalo.
Menanggapi situasi kepadatan penumpang tersebut, Penilik Angkutan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Ampana, Rio, memberikan penjelasan langsung terkait pengawasan keselamatan dan skenario yang disiapkan otoritas pelabuhan.
“Untuk setiap kapal yang akan berangkat, khususnya di wilayah kerja Ampana dan Mantangisi, kami selalu memastikan kelaikan dokumen serta kelengkapan alat keselamatan di atas kapal. Jika BMKG mengeluarkan peringatan cuaca buruk, kami menerbitkan Notice to Mariners dan berkordinasi dengan nakhoda,” ujar Rio saat ditemui t-media.id di kantor pelayanan Pelabuhan Mantangisi, Senin (27/7/2026).
Rio menjelaskan bahwa KM Sabuk Nusantara 78 yang aktif berlayar saat ini melayani rute langsung dari Luwuk – Mantangisi – Gorontalo (PP), tanpa singgah di pulau-pulau kecil. Kapal ini memiliki batas kapasitas maksimal sekitar 300 penumpang.
Terkait potensi membludaknya penumpang akibat pengalihan dari kapal feri ASDP, pihak Syahbandar menegaskan memiliki kewenangan penuh untuk membatasi jumlah penumpang demi keselamatan pelayaran.
“Tugas dan kewenangan Syahbandar berfokus pada keselamatan pelayaran. Jika terjadi pembeludakan penumpang yang melebihi kapasitas atau memengaruhi draft kapal, kami tentu akan mengecek ulang dan membatasi jumlah penumpang demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Pihak KUPP Kelas III Ampana juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk menjaga kondisi kesehatan dan selalu mematuhi arahan keselamatan serta penggunaan life jacket selama berada di atas kapal. (t-media/red)














































Touna Media Infotama
