WAKEP|t-media.id — Minimnya perhatian pemerintah terhadap akses infrastruktur pertanian di wilayah kepulauan kembali memicu aksi swadaya masyarakat. Puluhan petani cengkih di Desa Dolong B, Kecamatan Walea Kepulauan, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terpaksa bergotong royong membuka jalan kantong produksi Topikan Jaya sepanjang tiga kilometer secara manual—tanpa menyentuh satu rupiah pun bantuan dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, maupun Pemerintah Kabupaten.
Akses jalan yang dibelah menembus ketinggian 300 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga Dusun II. Di kawasan Topikan Jaya, terhampar sedikitnya 3.000 pohon cengkih produktif yang dikelola sekitar 40 kepala keluarga. Selama ini, absennya intervensi pemerintah dalam membangun jalan tani memaksa petani melintasi medan terjal yang sulit ditempuh saat mengangkut hasil panen.
Koordinator Lapangan Pembangunan Jalan, Burhan Dunggio, menyatakan gerakan swadaya ini lahir dari kebutuhan mendesak para petani yang tak kunjung mendapat sentuhan pembangunan infrastruktur. Pekerjaan fisik telah dimulai sejak Juli 2026 dengan mengandalkan tenaga warga yang bergotong royong dua kali sepekan, yaitu setiap Jumat dan Minggu.
“Alhamdulillah, pengerjaan manual yang sudah berjalan dua bulan ini telah mencapai 1,5 kilometer, atau separuh dari target tiga kilometer. Kami menargetkan jalur ini rampung penuh pada Oktober mendatang,” ujar Burhan saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Mus, salah seorang pelaksana kegiatan di lapangan, menegaskan bahwa seluruh modal pembangunan—mulai dari pelepasan sebagian lahan perkebunan, peralatan kerja, hingga konsumsi harian—murni bersumber dari partisipasi warga pemilik lahan. Bahkan para ibu rumah tangga pemilik cengkih turut turun ke lapangan menyokong kebutuhan logistik para pekerja seadanya.
Aksi mandiri warga Desa Dolong B ini menjadi tamparan keras bagi jajaran Pemerintah Desa Dolong B, Pemerintah Kecamatan Walea Kepulauan, hingga Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Di tengah besarnya potensi komoditas cengkih sebagai penyokong ekonomi daerah, para petani justru harus mencangkul dan membongkar bukit sendiri demi memiliki akses jalan yang layak.
Warga berharap, aksi nyata yang mereka lakukan ini membuka mata pemerintah daerah agar tidak terus menutup mata terhadap ketimpangan infrastruktur pertanian di wilayah kepulauan Tojo Una-Una. *[]
Laporan : Ismtimewa















































Touna Media Infotama
