RATOLINDO, t-media.id — Langkah kaki Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berderap mantap di atas tanah Lapangan Bumi Mas, Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, Senin pagi, 17 Agustus 2026. Di atas mimbar utama, Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya, S.Sos., M.Si., berdiri tegak sebagai Inspektur Upacara. Di tangannya, Bendera Merah Putih diserahkan kepada pembawa bendera untuk dikibarkan dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih oleh 33 siswa-siswi terbaik SMA/SMK se-Kabupaten—dengan kawalan ketat personel TNI dan Polri—berjalan mulus tanpa cela. Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengalun khidmat, menyatukan barisan undangan yang dihadiri Bupati Ilham Lawidu, jajaran Forkopimda, para mantan pejabat daerah, hingga jajaran lurah dan kepala desa. Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Gusnar A. Sulaeman serta tradisi hening cipta yang dipimpin Wabup Surya menegaskan kembali memori kolektif sejarah bangsa.
Namun, di balik khidmatnya tata upacara dan gaung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, panggung yang dipimpin Surya hari itu bukan sekadar seremonial tahunan. Sebagai figur nomor dua di eksekutif Tojo Una-Una, peran Surya menjadi cerminan langsung keberlanjutan kepemimpinan daerah.
Tugas mengomandoi upacara kemerdekaan membawa bobot tanggung jawab publik yang nyata: sejauh mana makna “berdaulat, adil, dan makmur” benar-benar dirasakan masyarakat di luar batas Lapangan Bumi Mas.
Pengibaran bendera telah usai dan tuntas dijalankan. Kini, tantangan terbesar bagi Pemkab Tojo Una-Una di bawah kepemimpinan Ilham Lawidu dan Surya adalah memastikan bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti di tiang bendera, melainkan terwujud dalam kebijakan nyata yang menyejahterakan warga. *[]













































Touna Media Infotama
