TOJO UNA-UNA|t-media.id — Gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan Gorontalo hingga Ampana memicu keterlambatan pelayaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tuna Tomini. Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk tersebut mengalami keterlambatan tiba dan bertolak dari jadwal resmi operasional lintasan penyeberangan bulan Agustus 2026.
Berdasarkan jadwal resmi ASDP, KMP Tuna Tomini seharusnya bertolak dari Pelabuhan Gorontalo pada Selasa (4/8/2026) pukul 16.00 WITA dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Wakai pada Rabu (5/8/2026) pukul 04.00 WITA. Selanjutnya, kapal dijadwalkan bertolak dari Wakai menuju Pelabuhan Uebone, Ampana pada pukul 06.00 WITA dengan target kedatangan pukul 11.00 WITA.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda. Salah seorang penumpang mengungkapkan bahwa kapal baru berhasil merapat di Pelabuhan Wakai pada Rabu sekitar pukul 08.00 WITA dan baru bertolak menuju Ampana sekitar pukul 09.00 WITA. Kondisi cuaca ekstrem di sepanjang lintasan memaksa nahkoda melajukan kapal dengan kecepatan terbatas demi keselamatan pelayaran.
Kasubag TU UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan Kabupaten Tojo Una-Una, Ismet Panganjobu, S.Sos, membenarkan adanya pergeseran waktu tiba kapal tersebut akibat kendala alam.
“Kendalanya karena cuaca tidak menentu dari Gorontalo. Tiba di Wakai tadi sekitar jam 07.30 WITA, lalu berangkat lagi dari Wakai agak terlambat sekitar jam 08.30 WITA. Makanya agak lambat tiba di Ampana,” ujar Ismet saat ditemui wartawan di ruang KP3 Pelabuhan Ferry Uebone, Rabu (5/8/2026)..
Ismet memperkirakan KMP Tuna Tomini baru akan merapat di Pelabuhan Uebone sekitar pukul 14.00 WITA. Ia menegaskan bahwa keterlambatan ini murni disebabkan oleh faktor alam yang sulit diprediksi secara pasti.
“Cuaca ini faktor alam, tidak bisa kita tentukan. Tapi untuk jadwal operasional bulan Agustus secara umum tetap kembali normal,” tambahnya.
Mengenai potensi perubahan jadwal lebih lanjut akibat peringatan dini cuaca dari BMKG, pihak Dinas Perhubungan menyatakan langkah penundaan hingga pembatalan bisa saja diambil demi keamanan pelayaran.
“Biasanya ada penundaan keberangkatan dari Syahbandar. Sambil menunggu cuaca membaik, biasanya ditunda atau bahkan dibatalkan keberangkatannya,” tutup Ismet.
Pihaknya mengimbau para calon penumpang untuk terus memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan waktu kedatangan di pelabuhan setidaknya dua jam sebelum jadwal keberangkatan resmi. *[]












































Touna Media Infotama
