RATOLINDO|t-media.id — Beban ekonomi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Tojo Una-Una masih menjadi tantangan nyata. Di tengah tingginya biaya layanan kesehatan mandiri, intervensi sosial dari lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah menjadi tumpuan harapan bagi warga kelas bawah.
Senin, 7 September 2026, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menggelar program khitanan massal gratis. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Lurah Muara Toba, Kecamatan Ratolindo, ini diadakan dalam rangka peringatan 25 tahun kiprah BAZNAS di Indonesia.
Lurah Muara Toba, Rauf Naji, menegaskan bahwa fasilitas ini sangat krusial bagi warganya. Menurut dia, jika dilakukan secara mandiri, biaya prosedur khitan medis bisa menyedot anggaran keluarga hingga Rp1,5 juta per anak—angka yang terbilang besar bagi keluarga prasejahtera.
“Kalau secara individu, biaya sunat itu cukup mahal. Melalui program ini, masyarakat sangat terbantu karena seluruh layanan diberikan gratis,” ujar Rauf saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 8 September 2026.
Meski diselenggarakan di Kantor Lurah Muara Toba, penerima manfaat kegiatan ini tidak terbatas bagi warga setempat. Dari target awal sekitar 60 anak, tercatat 56 anak berhasil dikhitan. Mereka berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Kelurahan Muara Toba, wilayah Kepulauan, Ulubongka, hingga Ampana Tete.
Rauf menjelaskan, seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari alokasi dana BAZNAS skala kabupaten, tanpa menggunakan dana operasional dari anggaran kelurahan. Pihaknya berperan menyediakan fasilitas tempat dan koordinasi wilayah.
“Ini kerja sama BAZNAS dengan pemda yang sifatnya skala kabupaten. Harapan kami program semacam ini bisa terus berlanjut karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat miskin,” kata Rauf.
Selain merintangi beban finansial, khitanan massal ini membawa misi edukasi kesehatan. Prosedur medis yang melibatkan tenaga perawat profesional dari PPNI ini bertujuan memastikan tindakan dilakukan secara higienis, guna mencegah risiko infeksi saluran kemih (ISK) pada anak sejak dini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ratolindo Abdullah D. Kelengi, para tokoh agama, serta jajaran ketua RT dan RW se-Kelurahan Muara Toba.
Program kolaboratif ini menjadi gambaran bagaimana optimalisasi dana zakat dan kemitraan antarlembaga mampu mengisi celah pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dasar bagi masyarakat akar rumput. *[]
















































Touna Media Infotama
