TOJO UNA-UNA, t-media.id – Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, berada dalam bayang-bayang risiko bencana yang kompleks. Mulai dari ancaman aktivitas gunung api, lintasan sesar aktif, banjir bandang, hingga kerawanan kecelakaan laut di jalur wisatanya. Menyadari tingginya potensi kedaruratan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una resmi menjalin kerja sama formal dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas B Palu.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyelenggaraan pencarian dan pertolongan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, dan Kepala KPP Palu, Muh. Rizal, di Ruang Rapat Kantor Bupati pada Senin, 10 Agustus 2026.
Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan strategi taktis untuk memangkas waktu respons (response time) penyelamatan saat terjadi bencana di wilayah yang secara geografis cukup menantang tersebut.
Dalam anggapannya, Bupati Ilham Lawidu tidak menampik bahwa wilayahnya memiliki kerentanan geografis yang tinggi. Wilayah Touna dilewati oleh jaringan Sesar Palu-Koro—salah satu patahan paling aktif dan diwaspadai di Indonesia—serta memuat Gunung Colo, gunung api aktif yang sewaktu-waktu bisa menggeliat.
Tak hanya ancaman tektonik dan vulkanik, bentang alam Touna yang memiliki sungai-sungai besar juga kerap memicu banjir bandang saat intensitas hujan meninggi. Masalah belum selesai di daratan; wilayah perairan Touna yang menjadi magnet wisata pun menyimpan bahaya tersembunyi.
“Di Tojo Una-Una sering terjadi gelombang besar yang memicu kecelakaan laut. Bahkan, beberapa waktu lalu kondisi ini telah menelan korban jiwa, termasuk wisatawan mancanegara,” ungkap Ilham usai penandatanganan kerja sama.
Oleh karena itu, Pemkab Touna memberikan apresiasi khusus kepada Basarnas pusat yang telah bersedia menempatkan kantor unit serta merencanakan penambahan armada prasarana di wilayahnya. Ilham juga menegaskan, pihaknya siap menyokong kebutuhan operasional tim SAR, termasuk dari sisi sokongan anggaran daerah.
Kepala KPP Kelas B Palu, Muh. Rizal, menyebut kerja sama ini sebagai langkah krusial untuk mengintegrasikan sistem penyelamatan darurat. Karakteristik Touna yang unik—kombinasi wilayah pesisir kepulauan yang luas dan pegunungan terjal—menuntut adanya koordinasi tanpa sekat antara pemda dan tim penyelamat.
“Nota kesepahaman ini bukan sekadar dokumen administratif di atas kertas. Ini adalah wujud nyata komitmen bersama untuk membangun sistem operasi SAR yang lebih efektif, cepat, dan terukur,” kata Rizal.
Melalui kolaborasi ini, ke depan akan dilakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal, pertukaran informasi dini terkait cuaca dan kebencanaan, serta pemanfaatan bersama sarana penunjang evakuasi.
Agenda penandatanganan ini juga disaksikan secara virtual oleh Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Basarnas, Dr. Didi Hamzar. Di lokasi acara, hadir pula sejumlah pejabat kunci daerah, di antaranya Ketua DPRD Touna Gusnar A. Suleman, Kepala Kejaksaan Negeri Rizky Fahrurrozy, Sekretaris Daerah Alfian Matajeng, Wakapolres Kompol Junus Djoni Achpah, serta Perwira Penghubung Kodim 1307/Poso Mayor Inf Kingkin. *[]













































Touna Media Infotama
