TOUNA, t-media.id – Tabir misteri hilangnya kapal penyedia jasa transportasi wisata di Perairan Teluk Tomini kini mulai terkuak. Sebanyak 11 wisatawan mancanegara (WNA) serta 1 Anak Buah Kapal (ABK) berhasil ditemukan dalam keadaan selamat usai dilakukan operasi pencarian. Meski demikian, kapten kapal hingga saat ini dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian.
Kabar ditemukannya para korban ini dikonfirmasi langsung oleh Thomas Despin, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Tojo Una-Una periode 2025–2029 yang juga pengelola Reconnect Eco Resort Pulau Buka-Buka. Thomas menjelaskan bahwa informasi ini didapatkan setelah dirinya berkomunikasi langsung dengan manajemen Sanctum Una Una.
“Sdh di temukan semua kecuali kapten. Sdh saya komunikasi langsung dgn manajemen Sanctum (yg punya speed yg tenggelam)… Hanya kapten yg masih hilang,” ungkap Thomas via pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (25/7/2026) sore.
Thomas menambahkan, berdasarkan informasi dari ABK kapal, tidak ada indikasi over capacity atau kelebihan muatan. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab teknis mengapa speedboat yang tergolong armada baru dengan dua mesin baru tersebut dapat mengalami musibah hingga tenggelam tiba-tiba.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari rekaman suara dan kesaksian ABK, kronologi insiden tersebut adalah sebagai berikut:
Speedboat berangkat pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 07.30 WITA dari Sanctum Una Una (Pulau Una-Una) menuju Marisa, Gorontalo, Setelah berlayar sekitar 2,5 jam (sekitar pukul 10.00 WITA), kapal mengalami kerusakan fatal. Bagian struktur kapal dilaporkan patah dua sebelum akhirnya miring ke kiri dan tenggelam, 11 WNA beserta ABK bertahan menggunakan life jacket (pelampung) di tengah laut selama lebih dari 24 jam, Seluruh penumpang WNA dan ABK berhasil dievakuasi pada Sabtu sore oleh tim pencari/kapal milik Sanctum Una Una yang bergerak menuju koordinat rescue point (berjarak sekitar 29,2 km dari titik awal pemberangkatan menuju Marisa), Sekitar pukul 20.00 WITA (malam hari setelah musibah), Kapten Kapal yang akrab disapa Mr. Un berinisiatif berenang menuju rakit/rompong terdekat untuk meminta bantuan dari perahu pemancing yang terlihat dari kejauhan. Namun, usai berenang menuju rakit tersebut, Mr. Un tidak kunjung kembali hingga akhirnya dinyatakan hilang kontak.
Meski seluruh penumpang wisatawan asing telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, insiden fatal ini meninggalkan sejumlah pertanyaan besar terkait pengawasan keselamatan pelayaran di wilayah Tojo Una-Una:
Perizinan dan Pengawasan Syahbandar: Sejauh mana keterlibatan serta fungsi pengawasan dari pihak Syahbandar/KSOP setempat terkait penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan kelayakan armada?
Status Kepemilikan Armada: Terdapat kesimpangsiuran informasi terkait kepemilikan kapal. Sumber internal menyebutkan speedboat tersebut merupakan milik agen jasa transportasi wisatawan, sementara pihak pengelola resort (Sanctum Una Una Eco Dive Resort) terkait masih belum memberikan tanggapan resmi saat berusaha dikonfirmasi via telepon.
Penyebab Kerusakan: Mengapa kapal dalam kondisi fisik baru dan dilengkapi dua mesin baru bisa mengalami patah lambung/struktur hingga tenggelam mendadak di lautan lepas?
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan bersama warga lokal masih mengupayakan pencarian intensif terhadap Kapten Kapal (Mr. Un) di sekitar area rakit dan jalur Perairan Teluk Tomini. ( t-media.id/Red )

















































Touna Media Infotama
