TOJO UNA-UNA, t-media.id — Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kabupaten Tojo Una-Una ikut ambil bagian dalam gelaran Jambore Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026. Berkolaborasi dengan DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) Sulawesi Tengah, kegiatan ini berlangsung di Marina Cottage’s, Kabupaten Tojo Una-Una, pada 29–30 Juli 2026.
Keterlibatan organisasi badan otonom Perempuan NU ini menjadi bentuk komitmen strategis dalam memperkuat pencegahan perkawinan anak dan penanganan stunting di wilayah Sulawesi Tengah.
Mengusung tema “Menyelaraskan Langkah Menuju Sulteng Nambaso”, ajang ini dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama dan Deklarasi Pencegahan serta Penanganan Perkawinan Anak. Agenda ini melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BKKBN, serta ratusan PKB/PLKB dari 13 kabupaten/kota.
Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Herry Mulyadi, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, resmi membuka kegiatan tersebut pada Rabu, 29 Juli 2026.
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alimuddin Muhammad, mewakili Bupati Tojo Una-Una, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam jambore ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, dan organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat NU sangat krusial.
“Jambore ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum memperkuat sinergi, koordinasi, serta berbagi inovasi dalam pembangunan kependudukan. Mari satukan langkah menghadapi tantangan stunting dan perkawinan anak demi mewujudkan Sulawesi Tengah Nambaso,” tutur Alimuddin saat menyambut para peserta di Bumi Sivia Patuju.
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah memberikan apresiasi khusus atas capaian Kabupaten Tojo Una-Una yang dinilai sukses menekan angka stunting. Wilayah ini mencatatkan prevalensi stunting sebesar 16,5 persen, jauh melampaui angka rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah yang saat ini berada di posisi 26,1 persen.
BKKBN berharap keberhasilan Tojo Una-Una dapat ditularkan oleh para penyuluh KB ke 12 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tengah.
Dengan mengambil bagian dalam gerakan ini, PC Fatayat NU Tojo Una-Una optimistis edukasi masyarakat terkait bahaya perkawinan anak dan perlindungan perempuan-anak dapat berjalan lebih masif, terintegrasi, dan berkelanjutan. *[]
Sumber : PC Fatayat NU Tojo Una-Una













































Touna Media Infotama
