TOJO UNA-UNA, t-media.id — Laju roda mobil kabin ganda itu sesekali tertahan saat melintasi jalur logistik utama di Desa Uematopa, Kecamatan Ulubongka. Di sana, tepat di lokasi akses jalan yang awalnya becek sepanjang jalan dan sulit dilewati kendaraan, debu jalanan yang baru selesai diratakan kini justru membubung ke udara. Pada Jumat, 17 Juli 2026, di bawah terik matahari, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu turun langsung memastikan sebuah asa yang lama dinantikan masyarakat Dataran Bulan akhirnya mulai mewujud nyata.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremoni ketukan palu di atas meja birokrasi. Kehadiran orang nomor satu di Tojo Una-Una tersebut membawa agenda strategis: meninjau tuntasnya jalur interkoneksi sepanjang 34 kilometer yang menghubungkan Desa Uematopa di Kecamatan Ulubongka dengan Desa Bulan Jaya di Kecamatan Ampana Tete. Ruas jalan ini menjadi urat nadi baru yang memutus rantai isolasi wilayah penghasil komoditas pertanian yang selama ini tercekik oleh hancurnya akses transportasi.
Sebelum proyek perbaikan ini menyentuh lapangan, melintasi kawasan tersebut adalah perkara bertaruh nasib bagi para pelaju dan petani. Jalur yang awalnya becek, licin, dan dipenuhi kubangan sepanjang jalan tak jarang membuat kendaraan amblas berhari-hari, mengisolasi ekonomi warga Dataran Bulan. Dalam sebuah wawancara lapangan yang sempat diabadikan oleh jurnalis lokal, Ilham Lawidu tidak menampik adanya tantangan besar dalam pemenuhan seluruh ekspektasi masyarakat di tengah kondisi wilayah yang menantang.
“Kami hanya menyampaikan saja bahwa apa yang menjadi tanggung jawab kami sebagai pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-Una ini kami sudah laksanakan, walaupun mungkin belum sesuai dengan ekspektasi masyarakat di desa ini. Tapi, ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah itu ada,” ujar Ilham Lawidu dengan nada taktis namun penuh penegasan.
Luasnya wilayah Tojo Una-Una diakui menjadi tantangan yang tidak bisa diselesaikan sendirian oleh kas daerah. Sinergi lintas sektor dan tingkatan pemerintahan mutlak diperlukan. Menurut Ilham, kolaborasi yang intensif antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Pemerintah Pusat adalah kunci utama agar percepatan pembangunan, terutama sektor infrastruktur jalan dan pengairan, tidak mandek di tengah jalan.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tojo Una-Una, Mohamad Aspan Supu, menjelaskan secara teknis bahwa koridor jalan sepanjang 34 kilometer tersebut kini telah rampung pada tahap pengerasan dasar. Fokus utama pengerjaan memang sengaja diprioritaskan pada titik kritis yang selama ini bertindak sebagai momok menakutkan bagi mobilitas kendaraan akibat kondisi jalan yang becek parah.
“Insya Allah nanti kalau ada ketambahan anggaran, seperti yang disampaikan Pak Bupati, kita akan lakukan peningkatan lagi, mungkin berupa pengaspalan atau pemantapan lainnya. Itu yang akan kami laksanakan ke depan,” ungkap Aspan Supu optimis.
Namun, meruntuhkan hambatan akses jalan yang becek hanyalah satu dari tiga pilar utama kunjungan kerja kali ini. Poin krusial lain yang dikejar oleh pemerintah daerah adalah pematangan megaproyek pembangunan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Mpoa di Desa Mpoa, Kecamatan Ampana Tete. Proyek pengairan ini dirancang menjadi motor penggerak utama perluasan area persawahan demi mendukung program ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan catatan dari Kasubag Protokol Komunikasi Pimpinan Setda Tojo Una-Una, Arlinda, S.Sos., terdapat tiga capaian utama yang menjadi fokus evaluasi lapangan dalam agenda kerja maraton kali ini:
- Peninjauan Ruang Kelas Baru (RKB): Memastikan progres fisik pembangunan fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Qomarul Hudha NWDI Bulanjaya berjalan sesuai tenggat waktu demi peningkatan mutu sumber daya manusia lokal.
- Normalisasi Sungai dan Irigasi Mpoa: Meninjau langsung persiapan titik koordinat pembangunan bendungan baru, instalasi jaringan irigasi perpipaan, serta saluran primer dan sekunder sepanjang ribuan meter di Desa Mpoa untuk mengairi ratusan hektare lahan tidur.
- Pengecekan Akses Konektivitas Antar-Kecamatan: Memastikan fungsionalitas pengerasan jalan penghubung Uematopa–Bulan Jaya pasca-pengerjaan agar distribusi hasil bumi dari wilayah yang dulunya terisolasi kini mengalir lancar ke pusat pasar tanpa kendala logistik berat.
Secara teknis, ekspansi sektor agraris ini akan dikawal melalui kolaborasi ketat antara Dinas PUPR dan Dinas Pertanian. Sasaran utamanya adalah membuka kembali potensi ratusan hektare lahan sawah baru di Desa Uematopa dan Dusun Mpoa. Geografi Desa Mpoa yang membentang luas di dataran rendah sepanjang bantaran sungai, dan berbatasan langsung dengan area penyangga di Desa Sukamaju serta Desa Girimulyo, dinilai sangat ideal menjadi lumbung padi masa depan daerah.
Kunjungan kerja yang berlangsung hingga Sabtu, 18 Juli 2026 ini turut didampingi oleh istri Bupati selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tojo Una-Una Ny. Hajar Lawidu, S.Kep.Ns., Anggota DPRD Miftahuddin, serta tim teknis OPD. Penaklukan jalur transportasi di Dataran Bulan ini seolah menegaskan pesan kuat dari pelosok Sulawesi Tengah: di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah, kehadiran fisik negara dan keberanian mengeksekusi proyek vital adalah jawaban terbaik atas ekspektasi publik yang kian tinggi. *[]
Sumber : Istimewa












































Touna Media Infotama
