MAKKAH — Rombongan jemaah haji asal Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, mulai bergerak meninggalkan tenda-tenda di Mina menuju Makkah pada Jumat malam, 29 Mei 2026. Mereka baru saja menyelesaikan prosesi melontar tiga jumrah—Ula, Wustha, dan Aqabah—yang menguras fisik selama tiga hari berturut-turut.
Jemaah yang tergabung dalam Kloter 10 Balikpapan (BPN) ini sepakat mengambil jalur Nafar Awal. Artinya, mereka mengejar waktu untuk keluar dari Mina pada 12 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam, alih-alih bertahan hingga 13 Dzulhijjah (Nafar Tsani).
Ketua Rombongan sekaligus Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Tojo Una-Una, H. Sudirman SN, melaporkan bahwa kondisi jemaah secara umum dalam keadaan aman, meski didera kelelahan fisik yang tinggi. Mengambil pilihan Nafar Awal berarti jemaah harus berjalan kaki berkilo-kilometer di bawah cuaca terik dan melempar total 49 butir batu selama di Mina.
“Kami bergerak meninggalkan Mina menuju Makkah,” kata Sudirman melalui sambungan telepon, Jumat malam sekitar pukul 17.02 waktu Arab Saudi atau pukul 22.02 WITA. Suaranya terdengar lelah namun menyimpan rasa lega setelah fase paling krusial dalam ibadah haji itu berhasil dilewati.
Keluar dari Mina bukan berarti jemaah bisa langsung beristirahat. Setibanya di Makkah, rombongan Tojo Una-Una langsung dihadapkan pada rukun haji yang tak kalah berat secara fisik: Tawaf Ifadah dan Sa’i. Mereka harus mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali, lalu berjalan cepat di antara Bukit Safa dan Marwah dalam kondisi stamina yang sudah terkuras.
Setelah prosesi Tawaf dan Sa’i rampung, jemaah baru bisa melakukan Tahallul Tsani—pemotongan rambut yang menandai berakhirnya seluruh larangan ihram secara total.
Rangkaian panjang ini diakui menjadi fase yang emosional bagi jemaah. “Ini momen yang mengharu biru bagi jemaah,” ujar salah satu sumber di lapangan. Kelelahan fisik bercampur aduk dengan rasa haru menjelang Tawaf Wada’ (perpisahan), ritual terakhir sebagai penghormatan kepada Baitullah sebelum mereka meninggalkan Makkah.
Jika seluruh prosesi di Makkah selesai, rombongan Kloter 10 BPN dijadwalkan langsung bergeser ke Madinah. Di kota suci tempat Nabi Muhammad SAW berhijrah tersebut, jemaah akan memulihkan fisik sekaligus melaksanakan ibadah arbain (shalat wajib 40 waktu tanpa putus) di Masjid Nabawi.
Bagi jemaah Tojo Una-Una, perjalanan panjang dari Mina menuju Madinah ini adalah ujian ketahanan fisik yang nyata, sekaligus puncak spiritual yang telah mereka tunggu bertahun-tahun. *[t-media.id/rilis]








































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)

















Touna Media Infotama
