t-media.id, TOJO UNA-UNA | Jagat media sosial di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, mendadak riuh. Sebuah unggahan dari akun anonim memicu polemik setelah menggelindingkan rumor tak sedap: biaya acara open house Wakil Ketua DPRD Touna, Jafar M. Amin, dikabarkan menelan angka fantastis sebesar Rp 1,2 miliar.
Isu ini dengan cepat menjadi bola liar yang memantik beragam reaksi netizen. Tak pelak, situasi ini memicu kritik dari pegiat sosial setempat, Erwin Ibrahim. Ia menyayangkan lambatnya respons media lokal dalam menjernihkan informasi yang telanjur memprovokasi publik tersebut.
“Mana media/pers di Touna ini? Coba follow-up informasi ini ke pejabat yang melaksanakan kegiatan, biar kami masyarakat tidak menerima berita yang provokatif,” cetus Erwin sebagaimana dilansir dari laporan jurnalpolrisulteng.id oleh pewarta Sam Asiku.
Mendengar riuh rendah tudingan tersebut, Jafar M. Amin akhirnya angkat bicara. Politikus Partai NasDem ini langsung menepis kabar burung itu selepas subuh, Jumat, 29 Mei 2026. Menurut Jafar, angka Rp 1,2 miliar untuk sebuah acara open house sama sekali tidak masuk akal sehat.
“Biaya sebesar itu bisa-bisa mengundang masyarakat satu kabupaten,” ujar Jafar dari balik sambungan telepon kepada wartawan jurnalpolrisulteng.id. “Kalau saja Rp 1,2 miliar itu benar, anggaran tersebut dapat mengundang masyarakat satu Kabupaten Tojo Una-Una selama satu minggu, pasti tidak akan habis.”
Jafar mensinyalir ada motif politik di balik hembusan rumor ini. Ia menyebut informasi sesat tersebut sengaja ditiupkan oleh oknum tidak bertanggung jawab melalui akun palsu di media sosial bernama “Ikhlas Menyapa”. Berdasarkan penelusurannya, unggahan yang menyerang privasinya itu kini telah raib dari dunia maya setelah dirinya berencana melakukan klarifikasi.
Ia pun mengimbau agar masyarakat Touna tidak mudah terjebak dan menelan mentah-mentah propaganda yang bertujuan merusak kondusifitas daerah serta mendiskreditkan figur tertentu tanpa didasari fakta dan data yang sahih.
Guna mematahkan narasi miring tersebut, Jafar justru melempar tantangan terbuka. Ia mengajak masyarakat untuk datang langsung ke acara open house miliknya guna melihat realita di lapangan.
“Saya mengharapkan masyarakat datang pada open house untuk membuktikan kebenaran, apakah pernyataan sesat itu benar adanya? Saya akan memberi penjelasan dengan baik,” pungkas Jafar dengan nada tenang. *[]








































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
