t-media.id, AMPANA TETE | Sebuah teguran karena bermain telepon genggam saat apel pagi berakhir dengan genangan darah di depan gerbang Resto Pakang Bech, Desa Sabo, Kabupaten Tojo Una-Una. Ironi maut itu tergambar jelas dalam rekonstruksi yang digelar Kepolisian Resor Tojo Una-Una pada Selasa pagi, 26 Mei 2026.
Dalam reka ulang tersebut, tersangka NYT (24), seorang petugas keamanan (satpam) di restoran tersebut, memperagakan 17 adegan. Rangkaian adegan itu mengurai bagaimana amarah yang tersulut dari perkara sepele berujung pada tindakan brutal yang merenggut nyawa Rindi Antika (26) pada awal Maret lalu.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tojo Una-Una, Inspektur Satu Martono, menyebutkan rekonstruksi ini krusial untuk mencocokkan pengakuan tersangka dengan fakta di lapangan. “Untuk memperjelas kronologi dan menjadi bahan pembuhktian di persidangan,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.
Sumbu pendek pembunuhan ini bermula di selembar barisan apel pagi. NYT, yang pagi itu memimpin apel karyawan, naik pitam melihat Rindi Antika tidak tertib. Korban kedapatan sibuk menatap layar ponselnya saat perhatian seharusnya tertuju pada pemimpin apel.
Teguran keras sempat dilayangkan, namun bara emosi NYT rupanya tak langsung padam selepas apel dibubarkan. Dari hasil rekonstruksi, terungkap bahwa kejengkelan itu terus dibawa tersangka hingga ia berjalan menuju pos penjagaan.
Tak lama kemudian, Rindi datang mengendarai sepeda motor melintasi area gerbang. Melihat korban, emosi NYT yang masih mendidih kembali tersulut. Ia memanggil Rindi, dan dalam hitungan detik, adu mulut yang sengit pecah di depan gerbang masuk Resto Pakang Bech.
Drama mematikan itu mencapai puncaknya pada adegan berikutnya. NYT yang sudah gelap mata langsung mencabut sebilah badik yang sejak awal kedatangannya telah diselipkan di pinggang sebelah kiri.
Tanpa basa-basi, satpam berusia 24 tahun itu menghujamkan senjata tajam tersebut ke tubuh Rindi secara bertubi-tubi. Reka adegan memperlihatkan momen dramatis saat korban terjatuh dari sepeda motornya. Sambil tersungkur, Rindi sempat mengangkat tangan, berusaha menangkis tikaman bertubi-tubi dari atasannya di barisan apel itu. Namun, perlawanan itu sia-sia. NYT terus menusuk hingga korban berhenti bergerak.
Dinginnya sikap tersangka juga terlihat pasca-penusukan. Alih-alih panik mencari bantuan, NYT justru sempat memindahkan sepeda motor korban yang ambruk agar tidak menghalangi pintu gerbang restoran. Setelah jalur bersih, ia memacu sepeda motornya melarikan diri menuju rumah neneknya di Desa Kajulangko.
Proses rekonstruksi yang memakan waktu beberapa jam ini dikawal ketat oleh personel gabungan dan disaksikan langsung oleh jajaran petinggi Polres Tojo Una-Una—mulai dari Kasat Reskrim Syarif hingga Kapolsek Ampana Tete AKP Hartono—serta tim dari Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una.
Kehadiran jaksa di lapangan menandakan bahwa kasus ini sedang dikebut untuk segera dilempar ke pengadilan. Iptu Martono menegaskan seluruh peragaan 17 adegan ini telah klop dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Rekonstruksi ini penting untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap selanjutnya,” kata Martono. Polisi berjanji akan menjerat satpam sumbu pendek ini dengan pasal yang setimpal atas tindakan brutalnya. *[]
Laporan : Humas Polres Tojo Una-Una








































![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)

















Touna Media Infotama
