TOUNA|t-media/id — Tekanan ekonomi akibat musim kemarau panjang yang memukul sektor pertanian kini berpadu dengan kebijakan pengetatan anggaran dari pemerintah pusat. Membaca potensi merosotnya daya beli warga di daerah, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kabupaten Tojo Una-Una, Iwan Mohammad, S.T., M.T., menginstruksikan jajarannya mengambil langkah agresif: menggelar operasi pasar murah bersubsidi secara maraton di berbagai kawasan.
Gebrakan ini menjadi strategi jemput bola dinas untuk memastikan ketersediaan empat komoditas pangan pokok—beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur—dengan harga terjangkau di tengah situasi sulit yang menimpa masyarakat Tojo Una-Una.
Kepala Bidang Perdagangan DPPKUKM Kabupaten Tojo Una-Una, Arifin Leusa, S.H., mengungkapkan bahwa rangkaian operasi pasar ini dirancang khusus untuk memotong rantai gejolak harga yang berpotensi memicu inflasi daerah.
“Tujuan utama kegiatan pasar murah bersubsidi ini adalah untuk stabilisasi harga, menjaga daya beli masyarakat, serta menekan laju inflasi daerah di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan,” ujar Arifin saat dikonfirmasi, Jumat malam, 16 Oktober 2026.
Dalam operasi pasar murah ini, pemerintah daerah menggelontorkan subsidi langsung pada komoditas pangan vital. Masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan patokan harga bersubsidi yang jauh lebih terjangkau dari harga pasar: Beras Rp13.000 / kg, Gula Pasir: Rp19.000 / kg, Minyak Goreng: Rp16.000 / liter, Telur: Rp48.000 / rak
Rangkaian pasar murah ini digulirkan secara bertahap. Gerakan dimulai pada Rabu, 14 Oktober 2026, yang dipusatkan di UPTD Pasar Rakyat Ampana untuk meredam potensi kenaikan harga di pusat aktivitas ekonomi kabupaten.
Tak berhenti di situ, pada Kamis, 15 Oktober 2026, tim dinas bergerak menyasar wilayah Pasar Lama Dondo. Penetrasi dilanjutkan pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 09.00 WITA, bertempat di Pasar Lama Desa Pusungi, Kecamatan Ampana Tete.
Arifin menegaskan, intervensi harga melalui subsidi pemerintah ini diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi yang konkret bagi warga terdampak.
“Melalui langkah yang diinstruksikan Kadis ini, pemerintah daerah berupaya hadir langsung. Harapan kami, kegiatan pasar murah bersubsidi ini dapat membantu dan meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak kemarau dan efisiensi anggaran,” pungkasnya. *[]













































Touna Media Infotama
