KOLONODALE|t-media.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Morowali Utara pada Jumat, 23 Oktober 2026, menjadi panggung berkumpulnya para pimpinan daerah se-Sulawesi Tengah. Dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Kolonodale, upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tojo Una-Una (Touna), Surya, bersama deretan kepala daerah lainnya.
Di balik kemegahan acara perayaan, momentum pertemuaan pejabat ini memantik catatan kritis: sejauh mana silaturahmi formal antar-pemerintah daerah benar-benar mampu menjawab ketimpangan dan tantangan pembangunan masyarakat di lapangan?
Kehadiran jajaran pimpinan daerah seperti Wakil Bupati Touna Hj. Surya, di panggung HUT Morut ditegaskan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas batas wilayah. Namun, diplomasi acara seremoni kerap berisiko berhenti pada batasan protokol tanpa melahirkan cetak biru ( blueprint ) kerja sama yang konkret.
“Peringatan hari jadi tak boleh sekadar jadi ajang refleksi di atas mimbar. Sinergi antardaerah di Sulawesi Tengah hanya akan berdampak jika diterjemahkan dalam integrasi program strategis,” menjadi sorotan utama dalam evaluasi pembangunan kawasan.
Sebagai dua daerah tetangga di Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Tojo Una-Una dan Morowali Utara menghadapi ruang lingkup tantangan yang hampir serupa—mulai dari konektivitas logistik, pengembangan potensi lokal, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Harmonisasi hubungan antarpemerintah daerah menjadi kunci vital mendorong pemerataan ekonomi berkelanjutan. Morowali Utara yang kini menginjak usia 13 tahun dipaksa mengevaluasi capaian pelayanannya, sementara Touna dan daerah sekitar dituntut aktif membuka ruang kolaborasi interaktif.
“Hubungan harmonis antardaerah bukan sekadar bertukar senyum di podium. Publik menagih pertukaran gagasan, efisiensi rantai pasok lokal, dan penyelesaian masalah bersama secara terukur.”
Harapannya, momentum pertemuan para kepala daerah di Kolonodale ini tidak menguap begitu panggung upacara dibubarkan. Rakyat Sulawesi Tengah kini menanti apakah sinergi yang dihembuskan pada HUT ke-13 Morut benar-benar mewujud pada kebijakan bersama, atau sekadar pemanis narasi pembangunan daerah. *[]
Sumber : Diskominfo Tojo Una-Una














































Touna Media Infotama
