AMPANA|t-media.id — Gelombang keluhan nasabah dan antrean panjang yang memadati anjungan tunai mandiri (ATM) seketika mencuat di tengah proses pemeliharaan (maintenance) sistem mobile banking Bank Sulteng. Situasi kian mendesak karena gangguan teknologi tersebut bertepatan langsung dengan jadwal pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Merespons gejolak ini, manajemen Bank Sulteng Cabang Ampana bergerak cepat menyusun strategi taktis demi memastikan hak-hak keuangan nasabah tetap tersalurkan tanpa hambatan.
Pimpinan Cabang Bank Sulteng Ampana, Fikri Adam, S.Sos., M.M., menegaskan di ruang kerjanya pada Rabu, 4 November 2026, bahwa gangguan digital yang terjadi murni merupakan proses peningkatan sistem (maintenance) terpusat dari kantor pusat, bukan kerusakan sistem ataupun krisis likuiditas. Guna meredam kepanikan publik, pihaknya langsung memberlakukan diskresi pelayanan secara masif.
Lonjakan nasabah yang sebelumnya sempat membludak di area ATM berhasil diurai secara drastis berkat kebijakan operasional darurat yang diterapkan pihak cabang. Fikri Adam menginstruksikan agar nasabah yang antre di ATM dialihkan untuk melakukan pencairan dana tunai secara langsung di kasir hanya dengan membawa kartu ATM/RTM tanpa prosedur administratif yang rumit.
Selain itu, untuk memberikan ruang transaksi yang longgar bagi masyarakat, Bank Sulteng Cabang Ampana menghadirkan sejumlah kemudahan konkret, di antaranya: Membuka pelayanan khusus pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA., Menggratiskan seluruh biaya administrasi transfer antarbank melalui teller kantor selama masa pemeliharaan sistem berlangsung serta Memastikan ketersediaan uang tunai dalam kondisi melimpah dan aman untuk memenuhi seluruh kebutuhan penarikan nasabah.
Kendala geografis dan akses perbankan yang paling rentan dirasakan oleh para ASN serta masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una. Menjawab tantangan tersebut, Fikri Adam secara khusus menginstruksikan Wakil Pimpinan Cabang (Wapincab) Bank Sulteng Cabang Ampana, Moh Rizal Tadji, bersama tim untuk memimpin langsung operasi jemput bola ke wilayah kepulauan.
Saat dikonfirmasi mengenai penugasan tersebut, Wapincab Moh Rizal Tadji belum dapat memberikan komentar karena tengah sibuk memimpin dan mengawal langsung proses pembayaran gaji ASN di lapangan. Tim mobile perbankan ini dijadwalkan menyambangi lima kecamatan di kepulauan terpencil mulai 4 hingga 9 November 2026:
- Rabu, 4 November 2026: Desa Lebiti, Kecamatan Togian.
- Kamis, 5 November 2026: Desa Kalia, Kecamatan Talatako.
- Jumat, 6 November 2026: Desa Populi’i, Walea Kepulauan.
- Sabtu, 7 November 2026: Desa Pasokan, Walea Besar.
- Senin, 9 November 2026: Wilayah Kecamatan Batu Daka.
Melalui langkah taktis pembukaan layanan akhir pekan, pembebasan biaya transfer, hingga ekspedisi kas keliling ke kepulauan, pihak manajemen berharap seluruh keluhan nasabah dapat teratasi secara tuntas sambil menanti pengumuman resmi pemulihan penuh jaringan digital dari Kantor Pusat Bank Sulteng. *[]
















































Touna Media Infotama
