TOJO UNA-UNA|t-media.id – Puluhan pasang tangan petani di Desa Luok, Kecamatan Walea Kepulauan, kini hanya bisa menatap lubang-lubang tanam yang mulai tertutup rumput liar. Janji manis bantuan bibit kelapa dalam yang dinanti-nanti tak kunjung tiba. Sebaliknya, keringat, waktu, dan modal yang mereka pertaruhkan justru berbuah kekecewaan mendalam terhadap Dinas Perkebunan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna).
Kisah pilu ini bermula saat Dinas Perkebunan Touna melalui Pemerintah Desa Luok membentuk dua kelompok tani yang beranggotakan 60 orang. Diimingi program bantuan, para petani sigap bergerak: mereka membuka lahan, menggali lubang tanam, melengkapi administrasi, hingga membuka rekening kelompok.
Bahkan demi melengkapi berkas, warga harus menerjang gelombang laut menggunakan perahu menuju ibu kota kabupaten. Namun, harapan itu sirnah seiring berjalannya waktu.
Kepala Desa Luok, Sahrudin Sambokol, tak mampu lagi menyembunyikan rasa bersalah dan kegelisahannya di hadapan warga.
“Warga kami sudah rugi waktu, tenaga, dan materi. Mereka menyeberangi lautan demi mengurus berkas itu. Tapi setelah saya datangi langsung Kantor Dinas Perkebunan untuk kepastian, jawabannya malah membuat dada sesak: kelompok kami katanya dibatalkan,” ungkap Sahrudin dengan nada kecewa duhadapan wartawan diwarung kopi Om No Jalur Dua, Kamis (22/10/2026).
Mendapati keluhan tajam masyarakat kepulauan tersebut, t-media.id melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tojo Una-Una, Mahdi, SP, M.Si. Namun, Kadisbun enggan memberikan penjelasan rinci dan mengarahkan konfirmasi langsung ke pejabat teknisnya.
Tak lama berselang, Kepala Seksi Produksi Dinas Perkebunan Touna, Arniyanti, memberikan klarifikasi resmi. Pihaknya membantah keras tuduhan bahwa pemerintah daerah telah membatalkan bantuan untuk warga Desa Luok. Menurutnya, terjadi miskomunikasi di tingkat bawah.
“Tidak ada kelompok yang dibatalkan! Desa Luok itu masuk dalam kegiatan peremajaan (replanting). Informasi pembatalan itu terputus dan tidak benar,” tegas Arniyanti via pesan WhatsApp, Kamis (22/10/2026).
Arniyanti menjelaskan bahwa program peremajaan kelapa skala besar ini dibagi menjadi beberapa gelombang. Saat ini, dinas masih menyelesaikan penyaluran pupuk dan bibit untuk tahap awal yang mencakup ribuan hektare lahan di wilayah lain.
Adapun dua kelompok tani dari Desa Luok dipastikan terdaftar dalam skema peremajaan tahap berikutnya. Namun, petani Desa Luok masih harus mengelus dada dan melatih kesabaran lebih panjang. Pasalnya, bantuan fisik baru ditargetkan menyapa desa mereka pada awal tahun depan.
“Perencanaan awal memang sebelumnya, tetapi melihat progres di lapangan, kemungkinan baru terealisasi pada awal tahun 2027, sekitar bulan Februari atau Maret,” pungkas Arniyanti.
Kini, bola panas ada di tangan Dinas Perkebunan Touna. Warga Desa Luok hanya bisa berharap, kepastian jadwal di awal 2027 mendatang bukan sekadar “penawar racun” sementara, melainkan bukti nyata kehadiran pemerintah bagi petani di wilayah kepulauan. *[]

















































Touna Media Infotama
