JAKARTA|t-media.id — Langkah diplomasi birokrasi kembali ditempuh Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) guna membenahi sektor kesehatan di daerah. Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya, S.Sos., M.Si., bertolak ke Jakarta untuk menghadiri audiensi bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah serta Wakil Menteri Kesehatan RI di Kantor Kemenkes, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini mengemuka di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan dasar, khususnya percepatan pemenuhan sarana-prasarana (sarpras) kesehatan serta penanggulangan wabah Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan serius di wilayah Sulawesi Tengah.
Namun, di balik narasi koordinasi dan sinergi antarlembaga ini, muncul pertanyaan mendasar dari publik: sejauh mana hasil audiensi di pusat mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyentuh masyarakat hingga ke tingkat tapak?
Agenda kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan kerap menjadi rutinitas birokrasi. Agar tidak sekadar berakhir sebagai laporan kegiatan dinas mingguan, momentum ini harus diikuti oleh pengawasan ketat dan target terukur, terutama terkait tiga aspek prioritas:
Komitmen yang dibahas bersama Wamenkes harus benar-benar berwujud alokasi anggaran belanja modal kesehatan yang tepat sasaran. Fokus utama perlu diarahkan pada kelengkapan alat kesehatan dan perbaikan kondisi fisik Puskesmas, khususnya di pulau-pulau terluar serta RSUD rujukan di Touna.
Penanganan TBC membutuhkan kepastian pasokan obat yang tak boleh terputus serta penguatan sistem deteksi dini di akar rumput. Sinergi pusat-daerah baru bisa dinilai berhasil jika angka penemuan kasus (case detection rate) meningkat sejalan dengan turunnya angka putus obat (drop-out rate).
Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai timeline eksekusi atas kesepakatan yang dicapai dalam audiensi tersebut sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Langkah Pemkab Tojo Una-Una mendorong kolaborasi lintas sektor memang patut diapresiasi sebagai upaya strategis. Meski demikian, efektivitas diplomasi kesehatan ini akan diuji oleh waktu — apakah benar-benar menghadirkan layanan yang makin mudah, merata, dan optimal, atau sekadar menjadi wacana di atas kertas.
Sumber : PPID Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tojo Una-Una













































Touna Media Infotama
