ULUBONGKA|t-media.id — Sore itu, Kamis (5/11/2026), langit di kawasan Sungai Salubuko, Kecamatan Ulubongka, menggantungkan mendung gelap. Di tengah cuaca yang kian memburuk, langkah Sakeus Lela alias Keus (37) bersama tiga rekannya menyusuri lebatnya hutan Dusun Linte Tua (Rapa Bogu). Niatnya sederhana: berburu. Namun, alam rupanya punya takdir lain bagi petani asal Desa Kasiala tersebut.
Menjelang pukul 17.30 WITA, rombongan kecil itu sempat berpisah. Salah seorang rekan memilih berteduh di pondok kebun milik warga, sementara Sakeus bersama rekannya yang lain, LP (28), nekat menerobos padang rumput terbuka di dataran yang lebih tinggi.
Nahas, di tengah padang tanpa pelindung itu, kilatan cahaya terang dan suara geledek yang memekakkan telinga menyambar seketika. Dua lelaki yang menenteng parang dan senapan angin itu seketika terpental, ambruk, lalu kehilangan kesadaran.
Ketika LP siuman beberapa waktu kemudian, suasana sudah sunyi. Ia mendapati rekannya terbujur kaku dengan luka bakar berat di tubuhnya. Panik bercampur duka, LP berlari pontang-panting menyusuri jalanan licin menuju kawasan perkebunan terdekat untuk mencari pertolongan.
Namun, malam itu alam seolah menutup jalan keluar. Hujan lebat turun tanpa ampun, mengubah jalur evakuasi menjadi kubangan berlumpur yang terlalu berbahaya untuk dilalui dalam gelap. Mau tak mau, jenazah Sakeus harus disemayamkan semalam suntuk di sebuah pondok sunyi di pinggiran Sungai Salubuko.
Baru keesokan paginya, Jumat (6/11/2026) pukul 08.00 WITA, jemputan terakhir bagi Sakeus bergerak. Bhabinkamtibmas Desa Kasiala, AIPDA Faizal Lanau, bersama aparat desa dan warga bahu-membahu memikul keranda melewati medan berat sejauh dua kilometer. Jenazah akhirnya tiba di rumah duka sekitar pukul 10.10 WITA.
Pihak keluarga memilih berlapang dada. Mereka mengikhlaskan kepergian Sakeus sebagai musibah murni dari alam dan menolak langkah autopsi. Siang itu juga, isak tangis keluarga mengantar almarhum menuju peristrahatan terakhir di TPU Desa Kasiala.
Dari insiden tragis ini, Kapolsek Ulubongka IPTU Muhajir Wonti mengingatkan kembali warga agar lebih mawas diri. Mengingat cuaca ekstrem yang kerap mengamuk, ia mengimbau siapa pun yang beraktivitas di kebun atau hutan untuk segera mencari tempat berlindung yang aman dan menghindari area terbuka saat hujan badai datang.*[]
Sumber : Rilis resmi Humas Polres Tojo Una-Una















































![Lokasi Tambak Udang Modern di Kec. Ulubongka. [ foto : Usman Ayahu ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Peran-Industri-Tambak-Udang-Moderen-Membuka-Peluang-Lapangan-Kerja-Warga.jpeg)

Touna Media Infotama
