BANGGAI LAUT|t-media.id — Jaraknya sekitar 15 kilometer dari ibu kota Kabupaten Banggai Laut. Di sana, Pulau Asasal membentang di wilayah Desa Popisi, Kecamatan Banggai Utara. Pulau yang tercatat dalam Profil Potensi Investasi Kabupaten Banggai Laut Tahun 2023 ini kini dilirik sebagai simpul baru pariwisata di Sulawesi Tengah.
Pengembang kawasan wisata Reconnect tengah menyiapkan ekspansi ke Pulau Asasal melalui proyek Reconnect Banggai. Langkah ini tak sekadar menambah daftar tempat menginap, melainkan menghubungkannya secara terpadu dengan Reconnect Togean di Pulau Buka Buka, Kabupaten Tojo Una-Una.
Pendiri Reconnect, Thomas Despin, menyebut konsep ini dirancang untuk merangkai dua destinasi dalam satu lintas perjalanan. Melalui kerja sama pemasaran, pengelolaan, dan paket perjalanan terpadu, wisatawan diajak menjelajahi kedua kawasan tanpa perlu repot menyusun rencana secara terpisah.
“Wisatawan yang sudah tertarik datang ke Banggai bisa kami ajak melanjutkan perjalanan ke Togean. Sebaliknya, tamu Reconnect di Buka Buka juga bisa kami perkenalkan dengan Banggai Laut. Jadi, kedua daerah saling menguatkan, bukan berebut wisatawan yang sama,” kata Thomas.
Akses menuju Reconnect Togean di Pulau Buka Buka selama ini ditempuh menggunakan kapal cepat dari Ampana dengan durasi sekitar 30 hingga 45 menit. Kawasan ini menawarkan aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, menyelam, hingga penjelajahan Kepulauan Togean. Dengan menghubungkan kedua lokasi, Reconnect berharap durasi tinggal (length of stay) pelancong di Sulawesi Tengah menjadi lebih lama.
Bagi Tojo Una-Una, skema terintegrasi ini membuka peluang menjaring wisatawan yang semula hanya membidik area Banggai. Sebaliknya bagi Banggai Laut, kehadiran Reconnect membuka pintu menuju jaringan pelanggan dan pemasaran yang lebih luas.
“Ekspansi ke Banggai Laut bukan berarti kami meninggalkan Tojo Una-Una. Justru kami ingin membangun pasar tambahan untuk keduanya. Orang yang awalnya hanya ingin mengunjungi satu destinasi punya alasan untuk tinggal lebih lama,” ujar Thomas.
Ekspansi pariwisata inter-destinasi ini diproyeksikan memberi dampak ekonomi yang merembet hingga ke luar kawasan penginapan. Rantai pasok lokal—mulai dari pemandu wisata, penyedia transportasi darat dan laut, pelaku usaha kuliner, hingga pemasok bahan makanan—diharapkan turut menangguk rezeki.
Thomas menegaskan bahwa pemberdayaan warga setempat menjadi fondasi utama pengembangan. Pelibatan masyarakat diarahkan melalui penyediaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan pelayanan (hospitality), serta kemitraan dengan UMKM lokal.
“Masyarakat jangan hanya menjadi penonton ketika daerahnya berkembang. Mereka harus punya kesempatan untuk bekerja, belajar, membuka usaha, dan ikut menikmati manfaatnya,” tuturnya.
Di samping isu ekonomi, pendekatan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) turut diusung. Pengalaman pengelolaan Reconnect Togean di Pulau Buka Buka—yang memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pengolahan air laut menjadi air bersih (desalinasi), serta manajemen limbah—bakal direplikasi di Pulau Asasal sesuai karakteristik lokal.
Menurut Thomas, daya dukung lingkungan (carrying capacity) harus menjadi pertimbangan utama ketimbang sekadar mengejar jumlah kamar atau tingkat kunjungan. Tata letak bangunan, pengelolaan sampah, serta perlindungan vegetasi dan ekosistem laut menjadi keputusan krusial harian.
“Kita tidak bisa menjual keindahan alam sambil membiarkan alamnya rusak. Laut yang sehat, pantai yang bersih, dan lingkungan yang terjaga bukan pelengkap pariwisata. Itu alasan utama orang datang,” tegas Thomas.
Melalui sinergi antara Banggai Laut dan Tojo Una-Una, Reconnect optimistis Sulawesi Tengah dapat makin dikenal di kancah internasional sebagai destinasi wisata yang saling melengkapi dan berwawasan lingkungan.*[]













































Touna Media Infotama
