LUWUK|t-media.id — Bagi masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), pulau dan lautan bukan sekadar bentang alam, melainkan urat nadi kehidupan. Memastikan kapal berlayar tepat waktu dan angkutan darat terhubung tanpa putus adalah jaminan agar pasokan pangan aman dan roda ekonomi terus berputar.
Semangat memperkuat mata rantai transportasi kepulauan itulah yang membawa Bupati Tojo Una-Una, ILHAM. S.H., hadir langsung di Lapangan Tribun Mirqan, Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Rabu, 30 September 2026. Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Touna, Arman K. Tambilalo, rombongan Touna bergabung bersama jajaran pemerintah daerah se-Sulawesi Tengah dalam puncak Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.
Upacara yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid itu mengusung pesan sentral: “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Menjelang akhir amanat Menteri Perhubungan yang dibacakannya, Gubernur menekankan bahwa keselamatan moda transportasi bukanlah sekadar gugor kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral yang wajib mewujud di lapangan.
Bagi Touna yang memiliki wilayah daratan sekaligus gugusan pulau, pesan tersebut berbobot ganda. Keterpaduan moda transportasi darat dan laut menjadi kunci agar warga kepulauan tidak terisolasi, biaya logistik bisa ditekan, dan potensi ekonomi lokal mekar maksimal.
“Sistem transportasi yang terintegrasi diyakini mampu mendorong mobilitas warga, memperlancar pasokan logistik, serta melipatgandakan pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan,” tutur Kadishub Touna, Arman K. Tambilalo, Kamis, 1 Oktober 2026.
Peringatan Harhubnas tingkat provinsi tahun ini juga menandai langkah baru digitalisasi layanan lewat peluncuran aplikasi LINTASAN BERANI (Layanan Integrasi Transportasi dan Angkutan). Selain itu, aksi kepedulian ditunjukkan melalui pembagian sembako bagi para purnabakti insan perhubungan.
Sebelum mencapai puncaknya, kemeriahan Harhubnas telah mengudara sejak akhir pekan. Rangkaian kompetisi olahraga antardinas perhubungan se-Sulteng digelar pada 27–28 September, disusul jalan santai bersama yang finis di Kantor UPP Kelas II Luwuk pada 29 September.
Agenda tahunan yang turut dihadiri Wakil Gubernur Sulteng, jajaran Forkopimda, para kepala daerah, serta Kepala UPP Kelas II Luwuk Hasfar M. ini melampaui seremoni rutin—ia menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan pulau-pulau di Sulawesi Tengah kian terhubung rapat. *[]
Laporan : Budi Dako













































Touna Media Infotama
