t-media.id, TOJO UNA-UNA – Pagi itu, Selasa, 31 Maret 2026, perjalanan NA dan AA melintasi jalur Trans Desa Buyuntaripa mendadak berubah menjadi horor. Dua perempuan asal Soyo Jaya, Morowali Utara ini tak menyangka, perjalanan mereka berboncengan motor di jalur perbatasan Morowali Utara–Tojo Una-Una (Touna) telah diintai bahaya.
Sekitar pukul 08.00 WITA, seorang pria tak dikenal muncul dari arah yang sama. Bukan sekadar menyalip, pria tersebut langsung memepet kendaraan korban. Situasi mencekam seketika pecah saat pelaku menghunuskan senjata tajam—diduga parang—dan menarik paksa tas milik korban.
Sempat terjadi tarik-menarik. NA dan AA berupaya mempertahankan tas yang berisi uang tunai serta dokumen pribadi tersebut. Namun, ancaman senjata tajam dan kalah tenaga membuat keduanya tak punya pilihan selain menyerah demi keselamatan nyawa. Di tengah sepinya jalan trans, pelaku melesat pergi meninggalkan kedua korban yang hanya bisa menangis dalam trauma.
Langkah hukum segera diambil. Sehari setelah kejadian, Rabu, 1 April 2026, didampingi kerabatnya, NA dan AA mendatangi Polsek Tojo di Desa Uekuli. Laporan resmi dilayangkan dengan harapan pelaku tak melenggang bebas terlalu lama.
Penyelidikan bergerak cepat. Informasi yang dihimpun menyebutkan polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku. Tak butuh waktu lama, pria berinisial MN berhasil diciduk. Kini, MN mendekam di sel Mapolres Tojo Una-Una untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Hingga saat ini, pihak Polres Tojo Una-Una belum mengeluarkan rilis resmi terkait motif spesifik MN. Namun, kuat dugaan motif ekonomi menjadi pendorong utama aksi nekat tersebut.
Peristiwa yang sempat viral di media sosial Facebook ini menjadi pengingat bagi warga yang kerap melintasi jalur penghubung antar-kabupaten tersebut. Jalur perbatasan yang cenderung sepi memang kerap menjadi titik rawan bagi pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas).
Kepolisian pun mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di wilayah sunyi. “Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jika melihat hal mencurigakan, segera lapor ke kantor polisi terdekat,” tulis pihak berwenang dalam pesan peringatannya.
Kini, profesionalisme Polres Touna tengah diuji untuk membongkar tuntas jaringan ini hingga ke akarnya, sekaligus menjawab tuntutan publik atas jaminan keamanan di jalur vital yang selama ini dibiarkan rawan tanpa pengawasan memadai. *[]
Sumber : Istimewa













![Ketua KPU dan Anggota KPU saat Rapat Pleno Penetapan Peserta Pilgub Sulteng 2024. [ foto : Istimewa ]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/KPU-Sulteng-240924-1-1.jpg)

























![Jurnalis t-media.id saat mewawancarai Kepala Desa Tete A di Kantornya, dan Foto Konservasi Mangrove. [foto : istimewa]](https://t-media.id/wp-content/uploads/2024/09/Potensi-Wisata-Kawasan-Konservasi-Mangrove-Desa-Tete-A.-Belum-Dilirik-Pemerintah-360x180.jpg)
















Touna Media Infotama
